Wamenkeu: Pemerintah jaga stabilitas harga komoditas pascakenaikan BBM

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga komoditas di masyarakat setelah ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kita harapkan (kenaikan) harga energi ini tidak menjalar ke harga barang yang lain,” katanya di Kompleks DPR RI di Jakarta, Senin.

Suahasil menuturkan kenaikan harga BBM pasti akan berimplikasi pada kenaikan harga-harga komoditas lain termasuk kebutuhan pokok masyarakat.

Baca juga: Kemenkeu proyeksikan kenaikan BBM dorong inflasi 2022 capai 6,8 persen

Peningkatan pada harga komoditas lain ini biasanya akan mencapai level tertinggi pada bulan pertama setelah kenaikan harga BBM yang berlanjut pada bulan kedua dan kembali normal pada bulan ketiga.

Meski demikian, Suahasil menegaskan pemerintah akan berupaya meredam tekanan yang diterima masyarakat akibat adanya kenaikan harga komoditas ini.

Upaya tersebut dilakukan dengan tambahan bantuan sosial sebesar Rp24,17 triliun dari pengalihan subsidi BBM untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak lonjakan harga kebutuhan pokok.

Bentuk bantuan Rp24,17 triliun ini meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp12,4 triliun kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan masing-masing Rp600 ribu yang dibayarkan dua kali sebesar Rp300 ribu melalui Kantor Pos.

Baca juga: Pemprov DKI tekan potensi kenaikan harga

Kemudian Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp9,6 triliun kepada 16 juta pekerja dengan gaji kurang dari Rp3,5 juta dengan masing-masing penerima mendapat Rp600 ribu.

Selanjutnya adalah subsidi transportasi Rp2,17 triliun dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH) bagi angkutan umum, ojek dan nelayan.