Wamenkeu: Teknologi Harus Bisa Dongkrak Kepercayaan Terhadap Industri Asuransi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, industri asuransi harus bisa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri itu ke depannya.

Menurutnya, saat ini industri asuransi memiliki kinerja yang baik. Kendati, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya asuransi dan bahkan belum sepenuhnya percaya untuk berasuransi.

"Industri asuransi ini basisnya trust (kepercayaan), butuh waktu yang panjang untuk menekuni bisnis ini. Bukan industri yang hit and run dan dijalankan dalam jangka pendek," ujarnya dalam webinar, Selasa (27/10/2020).

Suahasil melanjutkan, teknologi menjadi aspek yang penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus inklusi keuangan terhadap asuransi.

Selama ini, masih banyak perusahaan asuransi yang tidak bisa mencairkan klaim sesuai dengan ketentuan. Ditambah, pemahaman nasabah masih minim soal polis asuransi yang dia ambil.

"Padahal dulu pas dibujuk masuk asuransi itu top (penawarannya), begitu klaim, ada requirement tertentu yang harus dipenuhi dan dia nggak sadar. Nah itu bagaimana menghilangkan hal-hal seperti itu," ujar Suahasil.

Ujungnya, dengan pemanfaatan teknologi, industri asuransi bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah melalui keterbukaan informasi dan penjelasan detail yang tidak menyesatkan nasabah dan calon nasabah.

"Bagaimana penyedia jasa menyediakan produk asuransi dengan teknologi dan menimbulkan rasa aman, nyaman efisien bagi seluruh pengguna asuransi tersebut. Aspek kepercayaan tadi itu sangat penting," tandasnya.

Penyelamat Jiwasraya, Simak Bisnis Asuransi IFG Life

Ilustrasi Jiwasraya (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ilustrasi Jiwasraya (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Perusahaan asuransi jiwa baru, Indonesia Financial Group atau IFG Life siap meramaikan persaingan di industri asuransi dalam negeri dalam waktu dekat. IFG Life juga bakal menjadi penyelamat asuransi Jiwasraya.

Perusahaan pun memperkenalkan tiga lini bisnis yang akan dijadikan daya tarik untuk menarik minat masyarakat terhadap industri asuransi yang kian turun.

"Jadi ada tiga lini bisnis di dalam IFG. Yaitu IFG Life, Dana Pensiun BUMN dan Portofolio eksisting milik Jiwasraya," ujar Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga dalam konferensi virtual, Selasa (20/10/2020).

Pertama, IFG Life yang akan berfokus pada asuransi jiwa maupun kesehatan. Adapun sasaran pasar utamanya yakni ekosistem BUMN secara menyeluruh.

"Bisnis baru IFG Life yang sudah disampaikan, akan fokus pada proteksi di perlindungan jiwa maupun kesehatan dengan ekosistem BUMN. Baik perusahan, karyawan hingga pelanggan BUMN," terangnya.

Kedua, Dana Pensiun BUMN, dimana IFG Life akan melakukan konsolidasi dengan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) milik BUMN di Indonesia. Adapun sasaran marketnya yakni ekosistem BUMN dan secara bertahap akan menggaet kalangan masyarakat luas.

Terakhir, Portofolio eksisting Jiwasraya yang telah di restrukturisasi. Tujuannya untuk memastikan kondisi portofolio yang akan ditawarkan dalam keadaan sehat. Alhasil akan meningkatkan kepercayaan claon nasabah.

"Jadi kami hanya mengambil portofolio yang sudah melalui restrukturisasi. Sehingga menjadi portofolio yang sehat. Dan pemegang polis merasa aman bahwa sesudah menjadi bagian dari IFG Life semua hak dan kewajiban akan terpenuhi," terangnya.

Oleh karena itu dia, meminta masyarakat agar tidak terlalu khawatir akan keamanan dari produk asuransi yang ditawarkan perusahan. Mengingat telah sesuai dengan SOP yang ada.

"Jadi, tidak ada lagi produk yang saat ini ada di Jiwasraya itu tidak lagi di IFG Life. Karena produk yang ditawarkan dalam kondisi sehat sesuai aturan prosedur," tutupnya.

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: