Wamenkeu: UMKM Pegang Peranan Penting Pulihkan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyebut, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan menjadi sektor dunia usaha memagang peranan penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Mengingat sektor ini telah berkontribusi sebagai penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dalam negeri.

"Pada masa yang akan datang UMKM kita ini akan menjadi satu sektor dunia usaha yang memegang peranan luar biasa penting di dalam pemulihan ekonomi kita," kata Suahasil, dalam Penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham dalam Ranka Pembentukan Holding Ultra Mikro, Senin (13/9).

Dia yakin pemulihan ekonomi akan jauh lebih cepat jika didorong oleh pelaku usaha mikro. Caranya dengan membuat mereka menjadi sektor formal, dan menaruh mereka di dalam konteks perbankan dengan memberikan pembiayaan agar bisa naik kelas.

"Dan tentu ini menjadi bagian dari yang telah disampaikan ketika rencana pembentukan Holding Ultra Mikro ini. Karena itu Pak Menteri (Erick Thohir) secara reguler mungkin nanti kita bisa terus melihat bagaimana perkembangan dari usaha kecil dan usaha mikro kita yang mendapatkan pelayanan dari tahun ke tahun," kata dia.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), porsi pendanaan untuk kredit UMKM pada 2024 akan ditingkatkan, sedikitnya adalah 30 persen. Keinginan itu didasari oleh visi bahwa usaha mikro, usaha kecil menjadi tonggak dari dunia usaha di Tanah Air.

"Jadi bukan cuma sekedar porsi-porsi kredit tapi dunia usaha sektor riilnya ya memang besar, dunia usaha sektor riil kecil dan mikronya yang memang menjamur dimana-mana," jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro

Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja membuat mebel di kawasan Tangerang, Selasa (3/11/2020). Kementerian Koperasi dan UKM mengajak para pelaku UMKM yang telah siap mengekspor untuk memanfaatkan Generalized System of Preference (GSP). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Atas dasar itu, Suahasil berharap pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Mardani (Persero) dapat memperluas pembiayaan bagi usaha mikro kecil dan UMKM. Terlebih sektor tersebut membutuhkan pemberdayaan di titik yang tertentu.

"Dengan adanya Holding Ultra Mikro kita berharap stabilitas sistem keuangan juga akan lebih baik kalau kita memasuki periode periode sulit seperti ini. Maka nanti kita berharap holding ini dengan seluruh usahanya menjadi salah satu tonggak dari stabilitas sistem keuangan," tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel