Wamenkum HAM Blusukan di Lapas Kupang: Termasuk Lapas Baik dalam Bersih dan Nyaman

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) Edward Omar Sharif Hiariej mengaku takjub dengan kebersihan dari Lapas khusus laki-laki Kelas II Kupang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengakuan itu disampaikan Eddy sapaan akbar Edward Omar ketika turun langsung melihat segala pelayanan, sarana, dan prasarana di Lapas khusus laki-laki itu.

"Satu saya kira ini termasuk Lapas yang baik dalam pengertian bersih dan nyaman ya. Padahal lepasnya, Lapas laki-laki. Bukan perempuan," kata Eddy di Kupang, NTT, Selasa (2/11).

wamenkum ham blusukan lapas di kupang
wamenkum ham blusukan lapas di kupang

Bachtiaruddin

Kedatangan Eddy dengan rombongan Kemenkum HAM disambut ucapan selamat datang dari perwakilan warga binaan. Eddy kemudian keliling melihat setiap sudut Lapas.

Lapas yang menampung total 517 warga binaan dari macam-macam tindak pidana mulai dari pidana khusus sampai pidana umum ini terlihat asri dengan rindangnya pepohonan di sekitar area lapas.

Di dalam setiap sel warga binaan juga terlihat bersih, termasuk ketika mengintip ruangan sel yang rata-rata dihuni 6 sampai 8 orang setiap selnya. Terlihat ada kasur dan meja barang yang tertata rapih.

"Saya sudah keliling Lapas hampir di seluruh Indonesia saya baru lihat Lapas laki-laki yang sangat bersih ini di Lapas Kupang ini. Dan saya coba menu makanannya juga enak," kata dia.

Wamenkum HAM Harap Predikat WBBM Ditingkatkan

Dengan kenyamanan Lapas tersebut, Eddy berharap Lapas Kelas II A Kupang ke depan dapat meraih predikat Wilayah Birokrasi dan Melayani (WBBM), dari saat ini masih mendapat predikat Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

"Jadi saya kira memang kan sudah dapat WBK, saya yakin ke depannya sudah WBBM penataan luar biasa," tutur Eddy.

Pada kesempatan yang sama, Kalapas Kelas II A Kupang, Badaruddin menyampaikan jika kunci bisa merawat Lapas dengan baik dengan menggerakan seluruh warga binaan dan petugas bekerja saling kolaborasi.

"Kita di sini kerja sama tim, semua pegawai warga binaan. Warga binaan itu bukan sebagai objek tetapi subjek, sebagai pelaku. Jadi kita melakukan itu bersama dengan warga binaan," kata dia.

"Jadi mereka paham apa yang dilakukan, dan kita punya motto Lapas beriman, bersih indah dan aman. Nah makanya kita mengimplementasikan di lapangan lapas itu harus bersih, karena Lapas harus layak huni," tambah dia. [gil]