Wamenkum HAM: Pembebasan Bersyarat 23 Napi Korupsi Sudah Sesuai Aturan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 23 narapidana kasus korupsi telah bebas bersyarat pada Selasa (6/9) kemarin. Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Edward Omar Sharif Hiariej Edward mengatakan, kebijakan itu sudah sesuai aturan Undang-undang (UU) Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022 yang disahkan pada Juli.

"Kita punya UU pemasyarakatan yang baru, yakni UU Nomor 22 Tahun 2022. Ini seperti blessing in disguise dalam pengertian bahwa UU pemasyarakatan ini dia in line dengan putusan Mahkamah Agung yang terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 (PP Nomor 99 Tahun 2012)," ujar Edward di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/9).

"Sehingga pembebasan bersyarat, remisi, asimilasi dan hak-hak terpidana yang merujuk kepada UU Nomor 22 Tahun 2022 itu semua sudah sesuai dengan aturan," sambungnya.

Edward tak mau menanggapi soal napi korupsi Jaksa Pinangki yang ikut bebas bersyarat baru-baru ini. Menurutnya, UU Nomor 22 mengembalikan semua hak dari terpidana tanpa ada diskriminasi sesuai aturan.

"Kami tidak lihat case by case. Tetapi segala sesuatu yang menjadi standar kita adalah aturan hukum dan kami pastikan bahwa ketika akan memberikan pembebasan bersyarat, asimilasi, maupun remisi," jelasnya.

Daftar 23 Napi Korupsi

Berikut daftar lengkap 23 narapidana korupsi yang mendapat pembebasan bersyarat:

Lapas Kelas IIA Tangerang:

1. Ratu Atut Choisiyah binti almarhum Tubagus Hasan Shochib,

2. Desi Aryani bin Abdul Halim,

3. Pinangki Sirna Malasari, dan

4. Mirawati binti H Johan Basri.

Lapas Kelas I Sukamiskin:

1. Syahrul Raja Sampurnajaya bin H Ahmad Muchlisin,

2. Setyabudi Tejocahyono,

3. Sugiharto bin Isran Tirto Atmojo,

4. Andri Tristianto Sutrisna bin Endang Sutrisno,

5. Budi Susanto bin Lo Tio Song,

6. Danis Hatmaji bin Budianto,

7. Patrialis Akbar bin Ali Akbar,

8. Edy Nasution bin Abdul Rasyid Nasution,

9. Irvan Rivano Muchtar bin Cecep Muchtar Soleh,

10. Ojang Sohandi bin Ukna Sopandi,

11. Tubagus Cepy Septhiady bin TB E Yasep Akbar,

12. Zumi Zola Zulkifli,

13. Andi Taufan Tiro bin Andi Badarudin,

14. Arif Budiraharja bin Suwarja Herdiana,

15. Supendi bin Rasdin,

16. Suryadharma Ali bin HM Ali Said,

17. Tubagus Chaeri Wardana Chasan bin Chasan,

18. Anang Sugiana Sudihardjo,

19. Amir Mirza Hutagalung bin HBM Parulian.

Baca juga:

Korupsi Duta Palma, Surya Darmadi Didakwa Merugikan Keuangan Negara Triliunan Rupiah

KPK Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Bawang Merah di Kabupaten Malaka

Mahfud Ungkap Alasan Pemerintah Tak Bisa Intervensi Napi Korupsi Bebas Bersyarat

Dituding Berkonspirasi dengan KPK dalam Kasus Ade Yasin, Ini Jawaban Ketua DPRD Bogor

Potret Rumah Mewah & Luas Milik Koruptor, Kini Terbengkalai Pernah Digeruduk Warga

Surya Darmadi Jalani Sidang Perdana Kasus Korupsi Duta Palma Hari Ini

[tin]