Wamenkum Sidak Napi Narkoba Lapas Wanita Medan

Medan (ANTARA) - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kamar tahanan narapidana narkoba, Anli Yusuf alias Mami (45) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) wanita Kelas II A Medan, Rabu, sekitar pukul 02.30 WIB.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Elly Lukmansyah ketika dikonfirmasi ANTARA di Medan, Rabu, membenarkan kunjungan mendadak yang dilakukan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana ke Lapas tersebut.

Kunjungan Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) itu, menurut dia, juga didampingi oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), Beni J Mamoto dan AKBP Suwarno yang mendatangi kamar tahanan blok 6 D dihuni napi wanita Anli Yusuf terlibat kasus narkotika.

Denny Indrayana bersama petugas BNN yang mendatangi kamar sel napi wanita Anli Yusuf dalam keadaan tertidur bersama rekan-rekan lainnya.

"Jadi, kedatangan Denny Indrayana bersama petugas BNN untuk menggeledah kamar yang di tempati Anli, dan menemukan uang kontan senilai Rp25 juta yang disimpan dengan rapi dalam brankas kecil," kata Lukmansyah.

Kemudian uang kontan bernilai puluhan juta rupiah itu, disita petugas BNN sebagai barang bukti, diduga hasil penjualan narkoba.

"Dalam penggeledahan yang dilakukan BNN itu, memang tidak ada menemukan barang bukti narkoba di dalam kamar sel dan begitu juga telepon genggam.Kecuali hanya menemukan uang kontan senilai Rp25 juta," ucap dia.

Lukmansyah menjelaskan, inspeksi mendadak yang dilakukan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dan petugas BNN, karena adanya laporan mengenai napi Anli Yusuf diduga sebagai pengendali narkoba dari dalam Lapas.

"Napi narkoba Anli Yusuf sempat dibawa petugas BNN ke luar dari Lapas Wanita, tidak diketahui kemana," katanya.

Ketika ditanyakan kemungkinan adanya keterlibatan petugas Lapas Wanita, Lukmansyah mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan. Kalau memang ada terbukti terlibat akan diberikan sanksi yang tegas.

"Kita tidak akan pernah melindungi petugas yang bersalah," kata Lukmansyah.

Sementara itu, informasi yang diperoleh menyebutkan, Anli Yusuf warga Jalan Duyung Kecamatan Medan Area itu dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dalam kasus narkoba jenis shabu-shabu dan pil ekstasi.

Anli Yusuf ditahan di Lapas Wanita Klas II A Medan itu, sejak tanggal 6 september 2009, selesai menjalani hukuman 6 September 2019.

Sementara itu, jumlah tahanan maupun napi yang menghuni Lapas Wanita Kelas II A Medan sebanyak 441 orang terdiri dari 311 napi dan 122 tahanan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.