Wamenkumham: "Jadul" Jika Tidak Menulis Kasus Korupsi

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana menyatakan saat ini hampir setiap hari media massa memberitakan berbagai kasus korupsi, sedangkan pada zaman dahulu atau "jadul" hampir tidak ada pemberitaan tentang korupsi.

"Sekarang sudah masa reformasi. Jadi kalau tidak menulis tentang kasus korupsi, itu `jadul," katanya dalam diskusi dan pameran dengan tema "Ayo Dukung Gerakan Anti Korupsi" di Gedung C Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Kamis.

Denny mengatakan, masa reformasi saat ini lebih baik dari masa pemerintahan Soeharto tahun 1998 yang disebutnya otoriter, dimana kebebasan pers, kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat sangat dikekang sehingga sulit untuk mengungkap kasus-kasus korupsi pada masa pemerintahan saat itu.

Sistem demokrasi membuat siapa pun bebas bersuara dan mengeluarkan pendapatnya sehingga mudah untuk menguak kasus-kasus korupsi yang masih belum terungkap. Karena itu, dirinya menegaskan siapa pun berhak untuk melaporkan kasus korupsi pada pihak berwenang.

"Sekarang sudah zamannya demokrasi, siapa pun berhak berbicara dan mengeluarkan pendapatnya maka dari itu jangan takut untuk melawan dan melaporkan kasus korupsi kepada pihak berwenang," kata Denny.

Diskusi yang dihadiri oleh Danang Widoyoko selaku Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) dan A Prasetyantoko selaku wakil dari Atma Jaya tersebut mengajak siapa pun untuk bergerak melawan korupsi dengan cara mendukung pemerintah dan organisasi masyarakat (ormas) yang memiliki program berantas korupsi.

Denny juga mengatakan, kasus korupsi merupakan kasus yang rumit untuk diurai bahkan diselesaikan tapi jika masyarakat mendukung gerakan anti korupsi itu, dia optimistis Indonesia akan lebih baik kedepannya.

"Kasus korupsi itu sangat rumit untuk diurai bahkan diselesaikan tapi saya optimis jika masyarakat bersama-sama mendukung gerakan anti korupsi maka Indonesia ke depannya akan jadi lebih baik", ujarnya.

Denny menyatakan, modal utama melawan korupsi adalah kejujuran sehingga jika ada orang yang tidak jujur maka ia punya potensi untuk korupsi. Contoh nyata yang terjadi yaitu program kantin jujur yang disebar di seluruh Indonesia 80 persen kini tutup maka dari itu terdapat 80 persen pula potensi korupsi di Indonesia saat ini.

Selain itu, kini Indonesia memiliki indeks prestasi korupsi yang naik satu level dari dua menjadi tiga se-Asia.

Prestasi Indonesia berada di peringkat ketiga negara terkorup se-Asia tersebut mengakibatkan Indonesia harus mengambil langkah perbaikan. Denny mengatakan, langkah perbaikan tersebut di antaranya yaitu menanamkan kejujuran dan semangat melawan korupsi mulai pada tahap prasekolah sehingga sebelum anak menempuh pendidikan taman kanak-kanak (TK) atau sekolah dasar (SD) sudah harus ditanamkan kejujuran dan semangat anti korupsi tersebut agar kedepannya generasi muda memiliki moral yang baik.

"Langkah yang harus dilakukan saat ini yaitu mulai menanamkan kejujuran dan semangat antikorupsi di level prasekolah, jadi sebelum anak masuk TK atau SD mereka sudah mulai ditanamkan nialai kejujuran agar kedepannya memiliki moral yang baik," tambahnya. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.