Wamenparekraf incar warga asing di Brunei juga berwisata ke Indonesia

Risbiani Fardaniah

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengaku akan terus menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk dari Brunei Darussalam, untuk mengunjungi Indonesia.

Namun karena jumlah warga Brunei tidak besar, maka pemerintah ingin agar turis asing yang ada di Brunei juga bisa ikut berkunjung ke Indonesia.

"Saya sepakat bahwa yang kita targetkan bukan hanya warga Brunei, tapi juga warga asing yang ada di Brunei yang cukup banyak itu yang harus kita targetkan," kata Angela dalam jamuan malan malam di kediaman Dubes RI untuk Brunei Darussalam, di Bandar Seri Begawan, Rabu malam.

Angela mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Brunei Darussalam untuk menghadiri rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020. Selama kegiatan tersebut, Angela didampingi Dubes RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko sambil mendapat penjelasan mengenai kegiatan KBRI, termasuk kegiatan di bidang pariwisata.

Sebagai sektor yang paling tahan ancaman, Angela mengatakan pariwisata dan ekonomi kreatif punya potensi besar untuk berkembang di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia memiliki modal dan aset termasuk di antaranya populasi yang besar dan masih muda.

"Pada 2018 traveller nasional itu pada angka 300 juta lebih di seluruh Indonesia. Itu luar biasa angkanya dan terus meningkat. Belum lagi wisman dan devisa yang juga meningkat setiap tahunnya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Sujatmiko mengakui angka kunjungan wisman dari Brunei ke Indonesia masih terbilang kecil, bahkan masih berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan warga Indonesia ke Brunei.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) asal Brunei ke Indonesia tercatat baru sekitar 18 ribu kunjungan per tahun. Sebaliknya, jumlah kunjungan warga Indonesia ke Brunei masih lebih tinggi mencapai 27 ribu kunjungan per tahun.

"Saya inginnya naik karena mestinya harus seimbang. Tapi masalahnya, orang Brunei juga sedikit, orang Indonesia ratusan juta," katanya.

Sujatmiko berharap pada akhir tahun ini, yakni Desember, kunjungan wisatawan dari Brunei ke Indonesia bisa meningkat seiring dengan masa liburan sekolah.

KBRI di Brunei Darussalam telah rutin menggelar pameran pariwisata untuk menggaet wisatawan berkunjung ke Tanah Air.

"Desember itu ada eksodus besar-besaran orang Brunei ke luar negeri karena hari libur sekolah. Orang tuanya keluar negeri semua. Ini yang ingin saya rebut. Karena mereka biasa ke Singapura, Malaysia, Eropa dan sekitar. Saya ingin rebut supaya mereka ke Indonesia, karena walaupun jumlah mereka sedikit, spending mereka besar karena uangnya banyak," pungkas Sujatmiko.

Di antara kota-kota di Indonesia, wisatawan asal Brunei paling banyak berkunjung ke Jakarta, Bandung, Bali, Aceh, hingga Sumatera Barat.

Baca juga: Indonesia siap jadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum 2022

Baca juga: Temui Asosiasi Wisata Asia-Pasifik, Angela bahas "sustainable tourism"