Wamenparekraf Ungkap Syarat Bali Cs Dibuka bagi Turis Bulan Juli

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan lintas kementerian dan pelaku usaha untuk mempersiapkan pembukaan destinasi wisata bagi wisatawan atau turis pada Juli 2021.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengatakan, rencana pembukaan destinasi wisata khususnya Bali, Batam dan Bintan untuk turis domestik maupun mancanegara akan tetap sesuai dengan target Presiden Joko Widodo yakni Juli 2021.

"Pak Presiden menyampaikan target Bali dibuka Juli. Ini jadi dasar kami bekerja untuk mengadakan rakor tingkat menteri tentu ada syarat prasyarat," kata dia dalam diskusi virtual Traveloka, Rabu, 24 Maret 2021.

Untuk merealisasikan target ini, Angela mengaku juga telah mengadakan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk bisa menciptakan travel bubble atau travel koridor antar negara supaya wisatawan bisa aman masuk ke Indonesia.

Akan tetapi, dia menegaskan belum bisa berbicara banyak mengenai hasil rakor mengenai travel bubble tersebut. Sebab, kesepakatan kerja sama antar negara ini harus didesain dengan baik dan aman bagi wisatawan guna mencegah penyebaran COVID-19.

Dia hanya bisa menekankan, syarat terbukanya destinasi wisata Indonesia, khususnya yang akan menjadi proyek percobaan, yakni Bali, harus sudah tercipta kekebalan komunal di tengah-tengah masyarakatnya. Karena itu vaksinasi harus dipercepat di destinasi wisata.

Syarat kedua adalah para pelaku industri pariwisata juga harus berkomitmen menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

"Mempercepat vaksinasi di Bali untuk mencapai herd immunity dan protokol kesehatan CHSE kita dorong di industri sehingga kita bisa kontrol penyebaran COVID sehingga Juli bisa terealisasi," papar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberi sinyal bakal dibukanya kembali sejumlah destinasi wisata secara umum di Pulau Bali. Namun, tahap awal hanya akan fokus pada tiga wilayah yakni Ubud, Sanur dan Nusa Dua.

"Kita harapkan ini menjadi sebuah zona hijau yang nantinya bisa kita buka penuh untuk para turis sehingga mereka merasa aman dan nyaman tinggal di Bali," kata Jokowi, Selasa 16 Maret 2021.

Menurut Kepala Negara, evaluasi pembukaan kawasan pariwisata ini bakal rutin. Setidaknya, kata Jokowi, dilakukan seminggu satu kali untuk memantau apakah kebijakan tersebut efektif atau tidak.

"Kita evaluasi setiap minggu bagaimana perkembangan di kawasan-kawasan ini dan pada umumnya di provinsi Bali," kata Jokowi.