Wamentan ajak kaum milenial jadi petani dengan pemanfaatan teknologi

·Bacaan 2 menit

Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengajak kaum milenial untuk tidak ragu menjadi petani yang memanfaatkan teknologi dan melakukan sistem pertanian yang modern.

"Saya imbau kaum milenial tidak ragu, jangan merasa profesi petani terbelakang. Teknologi pertanian kita sudah mulai meningkat sekali," kata Harvick dalam webinar tentang Petani Milenial yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Harvick menepis stigma petani yang identik dengan pekerjaan yang harus berkotor-kotor di ladang dan profesi yang rendah. Wamentan menegaskan bahwa petani modern saat ini sudah banyak yang menggunakan teknologi dan inovasi dalam sistem pertaniannya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Dia mengemukakan bahwa pertanian merupakan sektor strategis yang memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Harvick menyebut sektor pertanian sebagai penyumbang APBN sebesar 16 persen pada tahun 2020.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah melalui Kementerian Pertanian sangat mendorong agar para anak muda kaum milenial memiliki motivasi dan keinginan kuat untuk menjadi petani dalam rangka meningkatkan produktivitas yang berdampak pada perekonomian.

Kementerian Pertanian, kata dia, terbuka dalam memberikan informasi dan produk-produk inovasi di bidang pertanian seperti bibit hibrida dan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas.

Harvick mengatakan pihaknya juga sudah berupaya menjalin komunikasi dengan perbankan agar mempermudah pemberian kredit pada petani milenial guna mengembangkan usahanya.

"Saya sudah komunikasi dengan para dirut bank pemerintah maupun swasta, untuk mempermudah akses permodalan, supaya anak-anak muda ini tertarik, tidak sulit mengakses dana. Bagaimana sistem KUR kita perbaiki agar tepat sasaran dan tepat guna di masyarakat," katanya. Harvick menyebutkan penyaluran KUR untuk petani sudah lebih dari Rp40 triliun.

Selain itu dari sisi pemasarannya, Harvick menyebut Kementerian Pertanian juga secara aktif menjalin komunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri untuk memperkenalkan produk pertanian dan membantu membuka akses pasar internasional.

Baca juga: Mentan sebut pertanian bisa menjadi kekuatan utama di masa depan
Baca juga: Presiden dengarkan cerita petani milenial soal prospek cerah porang
Baca juga: Aceh targetkan cetak 200 orang petani milenial

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel