Wanda Hamidah ngaku tak konsumsi narkoba di rumah Raffi

MERDEKA.COM,

Partai Amanat Nasional (PAN) kembali dirundung duka. Kader mereka Wanda Hamidah terseret dalam kasus dugaan penggunaan narkoba dan diciduk di kediaman artis Raffi Ahmad.

Pasca kabar itu ramai di media, PAN mengaku belum bisa menghubungi Wanda untuk mengecek apa yang terjadi sebenarnya. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAN Bidang Komunikasi Politik, Bima Arya Sugiyanto mengaku baru bisa menghubungi salah satu keluarga anggota DPRD DKI itu.

"Saya hubungi keluarganya tadi bilang, Wanda telepon ke rumah dan ngomong kalau dia tidak bersalah," ungkap Bima Arya saat dihubungi wartawan, Minggu (27/1).

Bima menambahkan, kepada keluarganya Wanda juga memastikan tidak ditahan dan akan pulang malam ini.

"Katanya akan pulang malam ini," jelas Wanda.

Bima kembali menegaskan pihaknya akan bertindak tegas jika Wanda positif menggunakan narkoba. Dia mengklaim, PAN tidak ingin memelihara kader pemadat.

"Kalau memang terbukti kita akan tindak tegas. Kami tidak ingin partai tercemar," tegas Bima.

Sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebakan di rumah Raffi Ahmad, di Jalan Gunung Balang, No 16 RT 09 RW 04, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dari rumah itu, polisi menangkap Raffi dan 16 orang temannya yang sedang melakukan pesta pada pagi tadi.

Dalam penggerebekan itu, petugas BNN juga menyita dua linting ganja dan MDMA (pil inex).

 

Wanda Hamidah juga ditangkap di rumah Raffi Ahmad

PAN: Jika positif narkoba, Wanda di-PAW, Raffi gagal jadi caleg

BNN bidik satu bandar narkoba dari rumah Raffi

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.