Wanita Arab Saudi Tolak PRT Asal Maroko

Liputan6.com, Riyadh: Seorang pejabat Saudi telah mengejek ketakutan para perempuan di negara kerajaan tersebut, untuk merekrut pembantu rumah tangga asal Maroko bekerja menggantikan Para tenaga kerja penata laksana rumah tangga dari Indonesia dan Filipina.

Adanya moratorium pengiriman Tenaga kerja penata laksana rumah tangga dari Indonesia dan Filipina, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, mencari alternatif dengan mendatangkan para PRT dari Maroko, namun rencana ini ditentang oleh sebagian kaum wanita di negara tersebut.

Talal Al Bakri, anggota Dewan Syura (parlemen),  bereaksi terhadap laporan para wanita yang meminta Syura untuk memberlakukan undang-undang untuk melarang mempekerjakan pembantu Maroko. Mereka beralasan, para wanita Maroko bisa merebut suami mereka. Al Bakri yang juga  anggota komisi sosial dan keluarga di parlemen, menolak permintaan tersebut dengan alasan dewan tidak akan membahas tuntutan tersebut, karena dianggap tidak irasional.

"Kita tidak boleh membedakan antara pembantu rumah tangga dari Ethiopia, para perempuan Filipina, Indonesia dan Maroko atau perempuan mana pun mereka berasal," kata Al Bakri,seperti dikutip oleh harian Arab Saudi Sabq.

"Saya heran mengapa wanita Saudi merasa tegang dan khawatir oleh perempuan dari negara tertentu. Kita tidak memiliki pembantu rumah tangga dari berbagai negara, pasar Saudi terbuka dan dapat mendatangkan tenaga kerja dari negara manapun. Tidak ada pembenaran untuk ketakutan para wanita Saudi. Mereka harus rasional dan realistis dan mereka harus memiliki rasa nasional bukan mencurigai orang lain," tutur Al Bakri.

Menurut harian Sharq, parlemen Saudi dibanjiri oleh tuntutan dari wanita Saudi mendesaknya untuk bertindak melawan rencana pemerintah untuk membuka pintu bagi pekerja rumah tangga asal Maroko.

Seperti ditulis harian Sharg, Banyak wanita Saudi keberatan dengan rencana untuk mengimpor pekerja rumah tangga dari Maroko, mereka mengatakan perempuan Maroko yang indah dan ini akan menyebabkan kegelisahan dan kekhawatiran terus menerus dalam keluarga Saudi. Beberapa dari mereka mengatakan Maroko wanita begitu menarik sehingga suami mereka dengan mudah bisa jatuh hati kepada mereka.

Pemerintah Saudi berencana beralih merekrut pekerja rumah tangga asal maroko, Asia Selatan, dan beberapa negara di Afrika, menyusul moratorium pengiriman pekerja rumah tangga dari Filipina dan Indonesia. (emirates247.com/ARI)