Wanita Argentina Diduga Bunuh Kekasih dengan Ponsel Demi Membela Diri

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Buenos Aires - Seorang perempuan harus menghadapi tuntutan pembunuhan setelah diduga membunuh pacarnya dengan melemparkan ponsel ke kepalanya dalam sebuah pertikaian sengit yang disertai kekerasan.

Dilansir dari laman Daily Mail, Minggu (26/9/2021), perempuan 22 tahun, Roxana Adelina Lopez telah ditetapkan sebagai tersangka resmi dalam penyelidikan yang sedang berlangsung oleh pengadilan pidana di Cafayate dekat Salta di barat laut Argentina.

Roxana diduga keras telah meraih ponsel dan menggunakannya sebagai senjata untuk membela diri setelah wajahnya dipukuli oleh pacarnya.

Ponsel tersebut mengenai pelipis Luis, korban sekaligus pacar Roxana, dan ia meninggal setelah masuk ke unit A&E rumah sakit dengan mengeluhkan migrain parah.

Luis meninggal pada 18 April, delapan hari setelah insiden terjadi. Namun, berita mengenai kematiannya baru diketahui publik hari Sabtu (25/9) karena Roxana menjadi pusat penyelidikan pengadilan.

Roxana belum didakwa dengan kesalahan apapun, karena jaksa hanya akan mengajukan dakwaan sesaat sebelum persidangan berlangsung.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penyebab Pertengkaran Belum Diketahui

Ilustrasi Garis Polisi (AFP)
Ilustrasi Garis Polisi (AFP)

Ibu Luis pergi ke polisi untuk meminta mereka mengambil tindakan terhadap tersangka setelah Luis meninggal di rumah sakit San Bernardo di kota Salta. Sebelumnya, Luis sempat menjalani operasi untuk cedera otak parah yang telah dideritanya setelah dipukul di kepala.

Pertengkaran pasangan yang berujung tragedi ini dikabarkan terjadi di rumah kontrakan Luis.

Tidak jelas apa yang memicu pertengkaran mereka.

Bulan lalu, sebuah pengadilan di dekat kota Argentina, Tucuman, membebaskan Jesica Osores dari pembunuhan karena membunuh pasangannya dengan pisau yang sama yang pernah digunakan pasangannya untuk mengancam Jesica.

Ia dibebaskan setelah hakim memutuskan tindakannya merupakan bentuk pembelaan diri setelah 9 tahun mengalami kekerasan rumah tangga oleh suaminya, Javier Hernan Gomez.

Jesica (28), telah mengklaim di pengadilan: “Ini adalah hidup saya atau dia.”

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel