Wanita dengan Cerebral Palsy Gunakan Medsos untuk Saling Menguatkan Penyandang Disabilitas

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang penduduk Fort Lauderdale, di kota Florida AS yang berusia 28 tahun, Chelsea Bear menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengadvokasi para penyandang disabilitas. Bear yang menyandang Cerebral Palsy itu pun mendorong orang untuk mendengarkan kisah unik satu sama lain. Ia melakukan itu kebanyakan melalui platform instagramnya.

Bear mengatakan dirinya percaya kekuatan cinta, lebih spesifiknya agar semua orang mencintai diri sendiri. Ketika dia tidak mengerjakan pekerjaan hariannya sebagai profesional hubungan masyarakat, ia menghabiskan sebagian besar waktunya di instagram sebagai katalisator penyandang disabilitas dengan non dsabilitas pengikutnya.

“Pada intinya, saya hanya ingin orang terbuka untuk menempatkan diri mereka pada posisi orang lain,” kata Bear di akun instagramnya kepada 96.000 pengikutnya. “Orang-orang sangat reseptif. Melihat orang mengubah perspektif mereka membuat saya bersemangat dan bahagia."

Dilansir dari SunSentinel, Bear bersekolah di sekolah umum daripada sekolah untuk kebutuhan khusus. Seperti yang sering terjadi ketika seorang anak terlihat sangat berbeda, ia mengalami beberapa perundungan di sekolah, tetapi ia memuji orang tuanya karena telah menanamkan kepercayaan dirinya untuk membela dirinya sendiri. Ia bahkan berempati, sampai batas tertentu, dengan orang-orang yang mengganggunya.

"Saya menyadari bahwa pada dasarnya, mereka hanya ingin tahu," katanya, dikutip dari SunSentinel.

Sebagai mahasiswa, Bear terlibat dalam klub dan BEM. “Saya tidak bisa berbuat banyak dalam olahraga,” katanya.

Saat di sekolah menengah, ia berkesempatan menghadiri konvensi BEM dan mendapatkan pencerahan saat mendengarkan pembicara utama.

“Akhirnya saya paham. Suatu hari, jauh di masa depan, saya bisa melihat diri saya mengangkat orang, memotivasi orang dalam kapasitas tertentu,” katanya.

Meskipun butuh beberapa tahun sebelum ia membuat gagasan ini menjadi kenyataan, ia selalu menyimpan ini dalam benaknya.

Setelah kuliah di Florida Gulf Coast University Fort Myers, Bear kembali ke Broward County dan mulai bekerja di bidang hubungan masyarakat.

“Saya merasa bahwa saya benar-benar terbuka,” katanya, tentang bagaimana dia berinteraksi dengan orang-orang saat ini dalam hidupnya. “Jika ada yang bertanya tentang disabilitas saya, saya akan selalu menjawabnya. Tapi saya tidak pernah memulai percakapan."

Mulai membuat blog

Ketika temannya bertanya kepada teman lainnya tentang disabilitas, Bear menyadari bahwa orang yang ia rasa dekat mungkin merasa tidak nyaman untuk menanyainya tentang CP-nya.

“Saya terkejut, Saya menganggap orang ini sebagai teman dan meskipun saya bersyukur ia menerima disabilitas saya, hal ini membuat saya menyadari bahwa saya perlu melakukan pendekatan yang berbeda. Saya ingin orang merasa nyaman dan tidak ingin orang sekitarnya merasa tidak nyaman,” katanya.

Tidak lama kemudian, dengan tujuan berbagi lebih banyak kisahnya, Bear meluncurkan blog.

“Saya selalu menikmati menulis dan, awalnya, terasa katarsis. Awalnya saya hanya membagikannya dengan teman, keluarga, dan kenalan,” katanya.

Saat jumlah pembacanya bertambah, ia segera menyadari bahwa, meskipun kata-katanya bermakna, orang yang tidak mengenalnya secara pribadi mungkin tidak dapat memahami seperti apa disabilitasnya yang sebenarnya.

“Jadi saya terinspirasi untuk memposting video tentang diri saya berjalan. Itu menakutkan karena Anda tidak pernah tahu bagaimana dunia akan bereaksi,” katanya.

Ternyata, dunia bereaksi dengan baik. Selama pandemi, dengan lebih banyak waktu luang bagi Bear untuk mendedikasikan ke blog dan media sosialnya, pengikut Instagram-nya tumbuh dari 1.500 menjadi lebih dari 96.000. Pada Juli 2020, ia dihubungi Aerie, merek pakaian dengan pesan tubuh-positif yang kuat, untuk menjadi duta merek.

Maret adalah Bulan Kesadaran Cerebral Palsy, dan untuk merayakannya, Bear mengadakan serangkaian wawancara di Instagram Live. Para tamu termasuk aktor Ryan J. Haddad dari Netflix's “The Politician” dan penulis serta aktivis Keah Brown, keduanya menderita kelumpuhan otak. Ia juga bermitra dengan Merits, sebuah perusahaan skuter yang berbasis di Naples, untuk hadiah skuter.

"Ini akan diberikan kepada seseorang yang membutuhkan," kata Bear.

Selama bulan Maret, blog dan Instagram Bear akan fokus pada cerebral palsy, tetapi advokasi berkelanjutannya tidak hanya untuk mereka yang mengidapnya. Sebaliknya, ia bertujuan untuk mengangkat dan melibatkan siapa saja yang siap menerima difabelnya.

“Kami semua hanya ingin didengarkan. Ada kekuatan dalam mendengarkan perspektif orang dan kami akan terus mengingatnya,” katanya.

Infografis 4 Poin Utama Cegah Klaster Keluarga

Infografis 4 Poin Utama Cegah Klaster Keluarga. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 4 Poin Utama Cegah Klaster Keluarga. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini: