Wanita Gemar Cari Selingkuhan Seks di Online

INILAH.COM, London – Hasil studi baru seks dan ketidaksetiaan di ranah dunia maya sangat mengejutkan. Wanita jadi ‘beringas’ dibanding pria saat cari pasangan selingkuh untuk seks.

Internet dan ponsel memberi kesempatan lebih besar pada terjadinya perselingkuhan. Studi Diane Kholos Wysocki dari University of Nebraska dan Cheryl Childers dari Washburn University menemukan, metode mencari pasangan seks terus berubah seiring perubahan teknologi.

“Proses perkenalan, perkembangan, dan hubungan dengan orang lain berubah secara dramatis 20 tahun terakhir karena kemajuan teknologi seperti komputer, kamera video, dan ponsel,” kata laporan ‘Let your fingers do the talking: sexting and infidelity in cyberspace’.

Kemajuan ini berdampak besar pada kehidupan sosial serta seksual di kehidupan seseorang. "Saat ini, internet menjadi tempat banyak orang mencari pasangan seks."

Sexting menjadi fenomena baru yang orang dewasa mengirim gambar bugil dan pesan vulgar menggunakan ponsel kamera.

Peneliti pun membuat situs ‘jebakan’ khusus pasangan menikah yang mencari selingkuhan. Hasilnya, survei menunjukkan, wanita jauh lebih ‘beringas’ dibanding pria saat memulai sexting.

Sebanyak duapertiga wanita menikah dalam survei melakukan perselingkuhan online, dan lebih dari tiga peremapatnya selingkuh di dunia nyata.

"Riset kami menunjukkan, seiring perubahan teknologi, cara orang saling bertemu dan menarik pasangan potensial juga berubah,” simpul penulis studi ini.

Sementara situs jejaring sosial terus digunakan sebagai kontak sosial, orang kian tertarik pada pasangan nyata dibanding pasangan online.

Nampaknya, di satu titik hubungan, kontak fisik dan tatap muka sangat dibutuhkan. Alasannya sangat mendasar, manusia adalah makhluk sosial. [mor]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.