Wanita Indonesia Sukses Jual Anting Tisu Toilet di Amerika

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dampak dari pandemi Corona membuat banyak orang yang penghasilannya jadi berkurang atau bahkan kehilangan pekerjaan. Kalau itu terjadi, beralih ke bisnis atau pekerjaan lain adalah solusinya.

Langkah itu dilakukan barista asal Indonesia yang bekerja di sebuah kafe di Amerika Serikat (AS). Karena tempat usahanya tutup sementara, ia pun membuat anting dengan desain unik yang ternyata laris terjual.

Dia adalah Allesia Weintraub, seorang warga Indonesia yang bekerja di sebuah kafe di pusat kota Washington, DC. Karena kebijakan pemerintah AS untuk menutup sejumlah tempat publik, Allesia mengaku kehilangan pekerjaan sehari-hari.

Untuk mengatur keuangan, Allesia pun harus berhemat dan beralih ke bisnis dengan mengasah kemampuan seninya. Punya hobi mendesain, Allesia membuat brand anting yang memang sudah dimulai sejak awal tahun ini.

Di masa pandemi, Allesia pun kembali mengasah kemampuannya tersebut untuk membuat lebih banyak anting dengan beragam desain menarik. Tak disangka, respons pembeli kali ini cukup positif.

"Dulu memang sempat mulai tapi nggak seserius sekarang, karena pertama dulu belum punya banyak teman, belum punya banyak relasi jadi masih bingung bagaimana untuk memasarkan secara online gitu," terang Allesia, seperti dilansir dari VOA Indonesia, 6 Mei 2020.

"Coba satu kali posting gitu anting-anting toilet paper dan ternyata responsnya positif. Nggak cuman dari teman-teman Indonesia saja, tapi juga dari buyer-buyer di Amerika. Rasanya senang aja gitu ada penghasilan sedikit, buat membantu di masa-masa sulit sekarang karena COVID-19," sambungnya.

Menyampaikan Pesan

Wanita Indonesia Sukses Jual Anting Tisu Toilet di Amerika. (dok.Instagram @allesiafi/https://www.instagram.com/p/B9KzrVQgcwa/Henry)
Wanita Indonesia Sukses Jual Anting Tisu Toilet di Amerika. (dok.Instagram @allesiafi/https://www.instagram.com/p/B9KzrVQgcwa/Henry)

Anting-anting berbahan tanah liat sintesis dengan beragam desain unik dan cantik ditawarkan seharga 6-16 dolar AS atau sekitar Rp88-230 ribu, sesuai tingkat kesulitannya.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah anting tisu toilet. Allesia mengaku jika anting tersebut terinspirasi fenomena yang sedang terjadi sekarang di mana tisu toilet menjadi barang langka di Amerika.

Lewat anting dengan brand AW Designs itu Allesia ingin menyampaikan sebuah pesan. "Kayak apa ya, memberi pesan ke orang-orang yang lihat gitu kali mungkin, nggak tau juga kenapa gitu kan, memberi pesan udah setop, jangan panik beli toilet paper," ujarnya.

Selain terinspirasi kelangkaan tisu toilet, Allesia juga terpikir untuk membuat anting bertema pandemi Corona lain. Ia sempat berpikir untuk membuat anting-anting bentuk tangan.

Desain Ayam Jago

Koleksi anting rancangan Allesia Weintraub . (dok.Instagram @designsby.aw/https://www.instagram.com/p/B_NE1rVBHaT/Henry)
Koleksi anting rancangan Allesia Weintraub . (dok.Instagram @designsby.aw/https://www.instagram.com/p/B_NE1rVBHaT/Henry)

"Pesannya buat pembeli sama orang yang melihat gitu adalah, jangan lupa cuci tangan yang sering gitu, karena kan cuci tangan itu sendiri membantu mencegah penyebaran COVID-19, juga bagus untuk kebersihan diri sendiri juga," jelasnya.

Koleksi anting-anting Allesia bisa dilihat dan dibeli lewat akun Instagram @designsby.aw. Ada beberapa desain yang terinspirasi dari Indonesua, salah satunya bergambar ayam jago

Allesia berharap agar pandemi ini segera berakhir, agar ia bisa segera kembali bekerja. Namun secara pribadi ia mengambil hikmah dari semua ini, yang telah menjadikannya lebih aktif lagi dalam berkreasi dan menghasilkan sekitar 10 pasang anting dalam sehari.

Ke depannya, Allesia berharap bisa meneruskan bisnis ini dan bisa mengikuti bazar seniman lokal untuk lebih mengembangkan usahanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel