Wanita Ini Ditahan Usai Meludah di Bus saat Pandemi Corona COVID-19 di Thailand

Liputan6.com, Bangkok - Seorang wanita Tionghoa ditangkap pada Kamis 19 Maret 2020 oleh aparat Thailand setelah ia dilaporkan meludah berulang kali di dalam bus yang ia tumpangi dari Bangkok ke Saraburi.

Perbuatan tak higienis tersebut dilakukan lagi sebelum perempuan itu naik kereta di area tersebut.

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand mempublikasikan gambar para pejabat dalam pakaian pelindung yang menangkap wanita itu setelah menanggapi keluhan di media sosial bahwa seorang wanita China tersebut meludah di transportasi umum.

Wanita itu dilaporkan berkeliaran di kendaraan untuk meludah di tempat yang berbeda, menyebabkan kekhawatiran di antara penumpang lain di tengah pandemi Virus Corona Baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan COVID-19, lapor The Nation seperti dikutip dari Asia One, Minggu (22/3/2020).

Ketika bus tiba di terminal, pejabat Kesehatan Masyarakat mencoba membawa perempuan itu untuk melakukan tes COVID-19 terhadapnya.

Tetapi, wanita itu menolak untuk mematuhi perintah aparat, ia mengatakan bahwa dia hanya akan tinggal selama beberapa hari dan berjalan pergi.

Dia terlihat lagi di kereta ke Bangkok, dan kali ini para pejabat memutuskan untuk menangkapnya. Wanita itu menolak dan mencoba meludahi para pejabat. Mereka mendorongnya ke tanah dan menutup mulutnya.

Wanita itu dikarantina pada 19 Maret 2020 malam dan dikirim ke fasilitas kesehatan setempat untuk mengikuti tes COVID-19 di Rumah Sakit Siriraj di pagi hari. Beruntungnya, ia negatif mengidap COVID-19.

Update Corona COVID-19: 307.277 Orang di Dunia Terinfeksi

Seorang tentara berpakaian pelindung menyemprotkan disinfektan di sepanjang Jalan Silom, di Bangkok, Thailand, 19 Maret 2020. Pasukan militer dikerahkan di Bangkok untuk memberlakukan langkah-langkah disinfeksi dalam upaya mencegah dan membendung penyebaran virus corona. (Xinhua/Rachen Sageamsak)

Kasus infeksi Virus Corona jenis baru yang menyebabkan penyakit COVID-19 di seluruh dunia kini telah mencapai 307.277 kasus, dan ada 92.372 yang telah dinyatakan sembuh berdasarkan peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Minggu, (22/3/2020).

Jumlah kesembuhan paling besar tercatat di Provinsi Hubei, China, yang mencapai 59.432, lalu disusul Iran yang dengan 7.635 orang pulih.

Mengutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, jumlah kematian karena COVID-19 secara global tercatat sebanyak 13.048 jiwa. Terus Bertambah setiap hari.

Dalam data peta penyebaran Virus Corona penyebab penyakit COVID-19, kini ada 171 negara dan wilayah yang terjangkit termasuk China dan pasien dari Kapal Pesiar Diamond Princess.

Saat ini, Italia, Amerika Serikat, dan Spanyol tercatat sebagai negara dengan kasus terbesar di luar China dalam data peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE.

Simak video pilihan berikut: