Wanita Ini Hasilkan Rp60 Juta dari Bikin Video Dirinya Kentut

Daurina Lestari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada-ada saja cara orang untuk mendapatkan uang. Contohnya saja warga Amerika Serikat ini yang menjual video kentut dirinya.

Seorang ibu dua anak mengklaim telah menghasilkan US$4.200 atau sekitar Rp60 juta per bulan dengan menjual video dirinya kentut di internet. Dia mengaku melakukan pekerjaannya yang aneh itu selama lebih dari 20 tahun.

Menggunakan nama samaran Emma Martin, mantan agen perjalanan berusia 48 tahun itu telah memvideokan dirinya buang gas sejak 1999. Sekarang dia mengenakan biaya US$4,99 atau Rp72 ribu per bulan bagi orang-orang yang ingin melihat konten eksklusifnya itu di situs OnlyFans, dengan nama pengguna @FartinTart.

Karier online-nya menjadi begitu menguntungkan sehingga Emma, yang berasal dari ?Rock Hill, Carolina Selatan, mengikuti diet khusus yang dirancang untuk membantu meningkatkan kinerjanya.

Emma hanya merekam videonya saat keluarganya tidak ada di rumah, karena anak-anaknya tidak tahu tentang pekerjaannya. Namun dia mengatakan bahwa suaminya tahu bisnis online-nya itu.

"Suamiku tahu, tapi dia sama sekali tidak suka kentut. Tidak ada orang lain di keluarga saya yang tahu. Saya tidak berpikir mereka akan menyetujui, tapi saya seorang wanita dewasa," katanya seperti dilansir dari Dailymail.

Emma menjual videonya yang dibuat khusus kepada pengikutnya di situs OnlyFans. Klip khusus miliknya dihargai US$7 atau Rp101 ribu per menit.

Emma saat ini memiliki sekitar 300 pelanggan di OnlyFans, mendapatkan US$4.200 dari situs tersebut setiap bulan. Dia menghasilkan tambahan US$1.800 dari video kustom yang dia buat untuk klien topnya.

"Ketika saya pertama kali mendengar tentang fetish kentut, saya seperti, "Eww, apa? Itu tidak mungkin fetish. Tapi kemudian saya masuk ke dalamnya. Ini agak keren. Itu adalah fetish yang tersembunyi dengan baik," katanya.

Lalu siapa yang mau menonton videonya itu? Bagi mereka yang menikmati fetish, Emma mengklaim bahwa kebanyakan orang dalam basis penggemarnya terbagi dalam dua kelompok sosial.

"Setengahnya adalah profesional kerah putih yang mencari video khusus di mana saya akan menyebutkan nama mereka, dan melakukan hal-hal yang mereka malu untuk tanyakan kepada istri mereka," ungkapnya.