Wanita Korban Mutilasi di Ungaran Sempat Dicekik Sebelum Meninggal

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim forensik DVI dari Polda Jawa Tengah menyatakan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang ditemukan warga di Sungai Kretek, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang merupakan bagian tubuh seorang wanita muda. Berdasarkan rekonstruksi pada struktur tulang yang ditemukan di lokasi kejadian, wanita tersebut identik dengan nama Kholidatunnimah.

"Dari pelacakan data post ante mortem lalu dari data meninggalnya dan lewat penyidik Polres maka potongan tubuhnya identik dengan korban. Data itu sudah kita cocokkan dengan kartu identitas yang ditemukan di kamar kos korban," kata Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti, Selasa (26/7).

Dia menyebut korban meninggal dunia akibat dibunuh dengan dibenturkan kepalanya lalu dicekik. Fakta itu ia dapatkan ketika memeriksa potongan kepala dan leher korban.

"Penyebab meninggalnya akibat dicekik dan dibenturkan kepalanya. Tapi saat dibenturkan prosesnya tidak mematikan tapi meninggalnya itu akibat dicekik. Kita pastikan tidak ada tanda-tanda perlawanan," ungkapnya.

Sebab saat memeriksa setiap potongan tubuh korban, pihaknya menemukan adanya rembesan darah pada tulang leher yang kemungkinan besar akibat cekikan.

"Kita periksa ulang ada rembesan darahnya akibat tekanan dari luar. Indikasinya ada cekikan. Potongan tubuhnya kita menemukan bertahap. Satu persatu kita urutkan anatominya," terangnya.

Kemudian, pelaku nekat memutilasi ketika korban dalam keadaan meninggal dunia. Untuk memotong tubuh korban, pelaku memakai sebilah pisau dapur.

"Hasil pemeriksaan forensik tubuh korban yang dimutilasi mengalami pembusukan tiga hari artinya korban sudah meninggal dunia. Jadi ketika mutilasi tubuh korban dengan pisau tidak begitu berat, karena proses metabolisme tubuhnya sudah berhenti pendarahannya tidak begitu banyak sehingga mudah. Ketika ditemukan warga, tangan korban masih utuh kondisinya dipotong oleh pelaku sampai persendian tapi di lokasi kejadian sudah busuk," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan identifikasi sementara terdapat 11 potongan tubuh korban yang ditemukan di sejumlah tempat. Hasilnya identifikasi terdapat potongan kepala, kedua tangan, kedua kaki, perut sampai dada.

"Bagian dada dan organ dalam korban hilang. Diduga dua organ tersebut di buang pelaku di dalam kloset kamar mandi," pungkasnya.

Informasi dari Polres Semarang Kholidatunnimah selama ini tinggal di kos-kosan milik Wanto di Jalan Soekarno Hatta KM 30 Bergas.

Personel Resmob telah meminta keterangan tiga saksi di rumah kost tersebut untuk mengorek aktivitas Imah selama tinggal di tempat tersebut. Imah sendiri selama ini bekerja di pabrik PT Worry, Bergas Ungaran. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel