Wanita Misterius di Tengah Unjuk Rasa


Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Saat polisi sedang berkonsentrasi mengamankan aksi demonstrasi di depan gerbang DPR/MPR RI, tiba-tiba seorang wanita berteriak-teriak menerobos barisan para polisi yang tengah berjaga.

Spontan hal tersebut menyedot perhatian orang-orang yang tengah menyaksikan demonstrasi. Termasuk para wartawan yang sedang meliput demo.

Entah dari mana wanita tersebut datang dan siapa namanya, yang pasti kedatangannya sempat mengundang perhatian.

Apalagi wanita tersebut membawa sebuah kitab dan membacakan puisi serta berteriak-teriak "Indonesia Bersatu," ucapnya.

Menurut seorang petugas, perempuan berambut pirang tersebut diduga masuk dari arah belakang gedung Dewan. Karena dianggap mengganggu polisi pun menggiringnya supaya keluar dari halaman gedung DPR/MPR RI.

Tapi justru, saat diminta keluar, perempuan tersebut malah berontak dan menolak untuk ke luar lewat gerbang depan.
"Ngapain saya keluar? Antar saya ke mobil di belakang. Memang di luar itu teman-teman saya," kata perempuan tersebut.

Ia malah meminta untuk diantarkan lewat gerbang DPR belakang, sampai akhirnya petugas pun mengantarkannya dengan menggunakan mobil golf, karena sang perempuan tersebut kelemasan dan enggan berjalan kaki.

Ditanya asal-usulnya, perempuan tersebut seperti menghiraukan pertanyaan semuanya, ia hanya berteriak-teriak. "Indonesia bersatu, Indonesia bersatu," ujarnya.

Menurut petugas perempuan tersebut bernama Elsa Siregar seorang warga Jakarta yang tinggal di Menteng, Jakarta Pusat.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.