Wanita Penyelamat Intel TNI saat Dikeroyok Moge Ternyata Sri

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Identitas wanita berkerudung yang menyelamatkan dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) ketika dikeroyok secara brutal oleh sejumlah angoota klub motor gede asal Bandung, Jawa Barat, Harley Davidson Owner Group (HOG) Siliwangi.

Wanita itu ternyata ibu Sri Harlina, warga Jambu Air, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Identitas wanita berusia 57 tahun ini terungkap setelah diundang Komandan Komando Distrik Militer 0304/Agam, Letnan Kolonel Arah Yosip Brozti Dadi ke markas Kodim.

Dilansir VIVA Militer, Rabu 4 November 2020, dalam pertemuan di Markas Kodim 0304/Agam, Sri mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para pejabat dari Kodam I Bukit Barisan atas jasa dan keberaniannya menyelamatkanya nyawa Serda Mustari dan Serda Muhammad Yusuf dari amukan pengendara moge di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Sri menceritakan, saat pengeroyokan terjadi, dia sedang melintas di lokasi. Tanpa ada yang menyuruh, jiwa keibuannya mendorongnya untuk turun dari mobil dan menghentikan penganiayaan itu.

Dalam rekaman video pengeroyokan itu tampak Sri berteriak dan menghadang para pelaku dengan memasang badannya agar menghentikan pengeroyokan terhadap kedua prajurit TNI.

Sri mengaku awalnya tak tahu bahwa dua pria yang sedang dihajar secara brutal itu adalah prajurit TNI. Baginya, kedua korban harus diselamatkan sebelum terjadi hal yang lebih membahayakan.

Menurut Sri, ketika itu dia sampai harus memohon-mohon kepada pengendara moge itu agar menghentikan kebrutalannya. Sayang, apa yang dilakukan Sri tak digubris pelaku, dan mereka tetap menghajar kedua anggota unit intelijen itu.

Perlu diketahui, pengeroyokan terjadi Jumat petang 30 Oktober 2020, awalnya kedua prajurit TNI itu sedang berkendara menuju markas Kodim 0304/Agam, tapi saat melintas di Jalan Dr Hamka, mendadak muncul konvoi rombongan motor gede yang dikawal polisi.

Saat itu kedua prajurit TNI memilih menepi dan memberikan jalan kepada rombongan, selepas itu mereka kembali melanjutkan perjalanan. Tapi ternyata dari belakang datang lagi rombongan lainnya.

Dengan arogannya para pengendara moge itu menyalip dan meraung-raungkan mesin motor mahalnya di hadapan kedua prajurit TNI itu, hingga keduanya nyaris jatuh.

Serda Mistari dan Serda Muhammad Yusuf pun memberikan teguran dan menghentikan salah satu motor dalam rombongan. Tapi malah para pengendara moge itu marah dan menyerang kedua prajurit TNI itu dan memukulinya secara brutal hingga terluka.

Baca: Peristiwa Haru Terjadi di Kantor Prabowo, Stenly Bisa Jalan Lagi