Wanita Sosialita, Rutin ke Salon dan Panggil Perias

TEMPO.CO, Jakarta - Wajah penuh riasan, kulit bersih, kuku berlapis warna, dan rambut tergerai mengkilap. Begitulah tampilan para sosialita kala beraktivitas. Untuk menjaga sosok itu, mereka harus rajin menyambangi salon.

Dalam satu pekan, sekiranya dua-tiga kali perempuan sosialita datang ke gerai kecantikan. "Ada yang datang tiga hari sekali, khusus untuk cuci rambut dan blow," kata Novi, terapis di De'Eleriz Beauty & Health Center. "Ada juga yang meminta rias wajah buat aktivitas harian."

Berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, De'Eleriz Beauty & Health Center berupa seperti rumah. Dua sofa merah berada di lobi salon, sebagai tempat menanti para pengantar perempuan sosialita. Di hadapan sofa, pengunjung dapat memesan jenis perawatan pada meja kasir. "Untuk cuci rambut dan blow biasa tarifnya Rp 75 ribu, blow variasi Rp 100 ribu," ujarnya.

Kala Tempo datang suasana sepi terasa di De'Eleriz Beauty & Health Center, Selasa, 23 April 2013. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30, dan tak ada tamu selain Tempo. Hanya ada dua pegawai perempuan dan beberapa lelaki. Kata Novi, tamu De'Eleriz Beauty & Health Center datang silih berganti. Tapi tidak mereka pernah sampai mengantri. "Biasanya banyak tamu datang waktu siang."

Pegawai De'Eleriz Beauty & Health Center tak cuma melayani tamu di salon. Mereka juga menerima panggilan untuk perawatan di luar. Seperti persiapan arisan ibu-ibu sosialita. Kata Novi, yang biasa mendapat panggilan dari luar adalah penata rambut. "Biasanya, tarif yang dikenakan dua kali dari harga di salon. Karena perjalanan ke lokasi memakan waktu kerja di salon."

CORNILA DESYANA

Topik Terhangat:

Edsus Sosialita | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional | Bom Boston

Baca juga:

Pria Tampan Diusir dari Arab Angkat Bicara

Twit Terakhir, Ustad Uje Baca Doa Mau Tidur

Ini Spesifikasi Motor Gede yang Ditunggangi Uje

Pose 'Ajaib' Para Sosialita di Depan Kamera

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.