Wanita terkaya Afrika resmi jadi tersangka korupsi

JOHANNESBURG (AP) - Isabel dos Santos, wanita terkaya di Afrika resmi jadi tersangka dalam penyelidikan kesalahan manajemen dan menyedot dana publik ketika menguasai perusahaan minyak milik pemerintah Angola, kata Helder Pitta Gros, jaksa agung negara itu, Rabu .

Pernyataan Helder Pitta Gros kepada wartawan di ibukota, Luanda, disampaikan beberapa hari setelah investigasi global menuduh miliarder Isabel dos Santos melakukan transaksi illegal di negara di selatan Afrika yang kaya minyak dan berlian itu, tapi penduduknya tetap menjadi salah satu yang termiskin di dunia.

Pengumuman pada Rabu adalah isyarat terbaru bahwa pemerintah Angola di bawah Presiden Joao Lourenco bertekad untuk mengejar akuntabilitas setelah Konsorsium Wartawan Investigasi Internasional menuduh dos Santos menggunakan "kesepakatan tidak bermoral" untuk menumpuk kekayaannya, diperkirakan mencapai $ 2 miliar.

Dos Santos, putri mantan presiden Angola, membantah melakukan kesalahan.

Otoritas Angola minggu ini mengatakan mereka juga sudah meminta negara-negara lain untuk membantu dalam mengatasi korupsi tersebut yang menurut para kritikus telah merampok jutaan hak warga atas kebutuhan dasar seperti perawatan kesehatan yang berkualitas.

Akibat dari penetapan sebagai tersangka itu, Bank Portugal EuroBic minggu ini mengatakan akan berhenti melakukan bisnis dengan perusahaan dan orang-orang yang terkait dengan dos Santos, pemegang saham utamanya.

Dalam sebuah pernyataan baru Rabu, bank mengatakan dos Santos telah memutuskan untuk menjual sahamnya.

Tuduhan dalam investigasi didasarkan pada lebih dari 715.000 catatan keuangan dan bisnis rahasia yang diberikan oleh Platform untuk Melindungi Pengungkap Fakta (whistleblower) di Afrika, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Paris, serta ratusan wawancara. Data dokumen dikenal sebagai Luanda Leaks.

Jose Eduardo dos Santos, ayah Isabel, memerintah Angola selama 38 tahun hingga 2017. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah lama menuduhnya mencuri sejumlah besar uang negara selama masa pemerintahannya. Sebelum mengundurkan diri, ia menunjuk putrinya sebagai kepala perusahaan minyak negara, Sonangol.

Desember lalu, pengadilan Luanda membekukan aset utama Isabel dos Santos, yang meliputi bank dan perusahaan telekomunikasi. Dos Santos mengatakan tindakan hukum terhadapnya adalah "perburuan penyihir" yang diluncurkan oleh pejabat yang menggantikan ayahnya.