Wanita AS yang Pernah Pimpin Batalyon Perempuan ISIS Divonis 20 Tahun Penjara

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang perempuan Amerika Serikat (AS) dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena menjadi anggota ISIS. Allison Fluke-Ekren (42) mengaku memimpin batalion perempuan kelompok teroris tersebut.

Perempuan asal Kansas itu terbukti melakukan tindakan teroris di Irak, Suriah, dan Libya selama delapan tahun. Fluke-Ekren juga mengaku memberikan pelatihan militer kepada lebih dari 100 perempuan dan anak perempuan, termasuk anak berusia 10 tahun, dikutip dari BBC, Rabu (2/11).

Menjelang vonis, jaksa mengatakan hukuman maksimal yang diizinkan oleh hukum tidak akan cukup untuk menghukumnya tetapi harus tetap diputuskan. Tim pembelanya memohon hukuman yang lebih singkat, dengan alasan perempuan itu trauma dengan pengalamannya di Suriah.

Menurut dokumen pengadilan, Fluke-Ekren merupakan mantan guru yang besar di komunitas Overbrook di Kansas. Dia menjadi militan fanatik yang mendapat jabatan tinggi di ISIS. Jabatan ini cukup langka mengingat ISIS didominasi kuasa laki-laki.

Berdasarkan dokumen Departemen Kehakiman dan catatan publik yang dibaca BBC, Fluke-Ekren pindah ke Timur Tengah pada awal 2000-an dengan suami keduanya yang merupakan anggota kelompok milisi Libya, Ansar Al-Sharia dan ISIS. Sekitar 2012, dia menyelundup ke Suriah dan menjadi anggota aktif ISIS, menikah dengan beberapa militan lainnya setelah suaminya tewas dalam pertempuran.

Empat tahun kemudian, dia menjadi pemimpin batalion perempuan ISIS, Khatiba Nusayba di Raqqa, Suriah. Pejabat AS meyakini tugas utamanya adalah memberikan pelatihan militer kepada para perempuan termasuk penggunaan senjata AK-47, granat, dan sabuk bunuh diri. Dia juga diduga merekrut orang untuk potensi serangan teror di AS. [pan]