Wapres Argentina Nyaris Ditembak di Tengah Kerumunan, Beruntung Pistol Pelaku Macet

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden Argentina Cristina Fernández de Kirchner nyaris ditembak seorang pria bersenjata yang mencoba membidiknya di tengah kerumunan dari jarak dekat.

Rekaman video yang beredar menunjukkan saat Cristina Fernández de Kirchner berhadapan dengan senjata yang mengarah kepadanya.

Mantan presiden itu pulang dari pengadilan untuk menghadapi tuduhan korupsi saat dia menjabat. Kirchner membantah dirinya bersalah.

Dilansir dari BBC, Jumat (2/9), polisi mengatakan pria bersenjata itu, yang diidentifikasi oleh media lokal sebagai pria Brasil berusia 35 tahun, telah ditahan.

Presiden Alberto Fernández mengungkapkan pistol itu diisi dengan lima peluru, tetapi gagal menembak ketika ingin digunakan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pistol muncul dari kerumunan saat Fernández de Kirchner mendekat. Dia awalnya tampak bingung dengan apa yang terjadi, lalu merunduk untuk mengambil benda yang jatuh di lantai.

Dalam video lain, orang-orang di kerumunan tampak mencoba menghalangi Fernández de Kirchner dari tersangka pria bersenjata, yang hanya beberapa sentimeter darinya.

Kerumunan massa berkumpul di luar rumahnya selama beberapa malam terakhir untuk menunjukkan dukungan bagi Fernández de Kirchner.

Seorang juru bicara polisi sebelumnya mengatakan kepada kantor berita Reuters, sebuah senjata ditemukan beberapa meter dari tempat kejadian setelah pria itu ditangkap.

Dalam pidatonya Kamis malam di televisi, Presiden Fernández - mengatakan: "Cristina masih hidup. Untuk alasan yang belum dikonfirmasi secara teknis, pistol, yang berisi lima peluru itu, tidak menembak."

Fernandez mengutuk pelaku dan mengatakan upaya penembakan terhadap Fernández de Kirchner adalah salah satu insiden "paling serius" sejak negara itu kembali ke demokrasi pada tahun 1983.

"Kita bisa tidak setuju, kita bisa memiliki perbedaan pendapat, tetapi ujaran kebencian tidak dapat terjadi karena itu melahirkan kekerasan dan tidak ada kemungkinan kekerasan hidup berdampingan dengan demokrasi," kata Fernández.

Kirchner hingga kini belum memberikan komentar apa pun.

Berikut cuplikan video ketika Kirchner hendak ditembak:

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]