Wapres beri saran agar BJB Syariah agar bisa lebih berkembang

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan saran kepada jajaran Direksi dan Komisaris Bank Jabar Banten (BJB) Syariah agar bisa lebih berkembang, khususnya di Provinsi Jawa Barat.

"Wapres menerima direksi dan komisaris dari BJB Syariah. Beliau memberi saran bagaimana agar bank syariah di Pemda Jabar bisa lebih berkembang banyak," kata Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi usai mendampingi Wapres Ma'ruf Amin menerima Direksi dan Komisaris BJB Syariah di rumah dinas, Jakarta, Selasa.

Masduki mengatakan dalam pertemuan Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, sehingga menjadi potensi bagi pengembangan BJB Syariah di wilayah tersebut.

"Bagaimana memanfaatkan itu. Lalu terjadi dialog bahwa salah satu fokus yang akan dikembangkan BJB Syariah adalah memang pesantren, haji muda dari kalangan pelajar, dan seterusnya," kata Masduki.

Baca juga: Bank BJB Syariah tumbuh positif di tengah pandemi COVID-19
Baca juga: Wapres sebut empat tantangan pengembangan perbankan syariah

Masduki mengatakan dengan jumlah aset BJB Syariah Jabar yang sekarang sebesar Rp11 triliun, BJB Syariah akan memanfaatkan potensi-potensi yang dijabarkan Wapres di kalangan rakyat Jawa Barat.

Adapun sebelumnya, Wapres Ma'ruf Amin juga menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dimana Anies menyampaikan undangan pernikahan putrinya kepada Wapres. Dalam pertemuan, Anies bercerita tentang anaknya. Sedangkan Wapres menceritakan perjalanannya menunaikan ibadah haji dan tentang cucu-cucunya.

"Saya kira itu pembicaraannya. Tidak banyak hal berhubungan dengan persoalan politis, tapi lebih banyak berhubungan masalah yang memang sesuai agenda dari pertemuan tersebut," kata Masduki.

Baca juga: Wapres terima Gubernur DKI Anies Baswedan di rumah dinas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel