Wapres Bicara Disrupsi Digital: Masyarakat Sulit Bedakan Benar & Salah di Dunia Maya

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai, di era disrupsi digital sekarang ini masyarakat sulit membedakan antara benar dan salah di dunia maya. Menurutnya, kebenaran mulai tersamarkan oleh kebatilan.

"Saya menyebutnya itu sebagai zamanul istibah, antara benar dan salah kadang-kadang orang bingung," kata Ma’ruf saat menghadiri acara peringatan Hari Lahir Ke-18 Pondok Pesantren Al-Jauhari di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (24/11).

"Apalagi sekarang banyak hoaks, banyak tipuan, banyak kebohongan, bahkan yang benar pun bisa dibalik jadi tidak benar," ujarnya.

Ma'ruf pun berharap agar dakwah para santri merambah ke dunia maya dengan menjadi mujahid digital.

"Bukan hanya mujahid dakwah (biasa) tetapi juga mujahid dakwah digital, yang bisa berdakwah melalui digital atau digitalisasi dakwah," kata dia.

Ma'ruf mencontohkan, apabila menerima suatu berita atau informasi, para santri harus mengklarifikasi kebenarannya sebelum menyebarluaskan di media sosial.

"Jangan (buru-buru) sharing (disebar), tetapi disaring terlebih dahulu," pesannya.

Menurutnya, dakwah secara digital merupakan bagian dari fungsi pesantren sebagai lembaga dakwah. Dia pun mengajak berdakwah untuk membawa kebaikan.

"Jadi dakwah itu bukan menambah kemudaratan, menimbulkan kerusakan, itu bukan dakwah namanya," pungkasnya.

[ray]