Wapres: COVID-19 Musibah Kesehatan Global Terbesar Abad Ini

Bayu Nugraha, Syaefullah
·Bacaan 3 menit

VIVAKementerian Agama menggelar kegiatan doa bersama dengan tokoh lintas agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, para Buddha, dan Khonghucu, di tengah upaya penanganan pandemi COVID-19 dan musibah lainnya yang terjadi di Tanah Air belakangan ini di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta malam ini, Kamis, 18 Maret 2021.

"Semangat Kebangkitan nasional kiranya menginspirasi kebangkitan mental spiritual dan sosial bangsa Indonesia agar bangkit dari musibah dan krisis," kata Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin dalam kegiatan doa lintas agama.

Melalui kegiatan doa bersama pada hari ini dan dirangkaikan dengan pemberian santunan tali asih kepada anak yatim, diharapkan semakin memupuk keluhuran kemanusiaan, kerukunan antar umat beragama serta kerukunan nasional sebagai pilar kesatuan dan persatuan bangsa.

Maka, Wapres mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang mendorong pelaksanaan kegiatan yang baik ini. Doa Lintas Iman dilakukan sesuai dengan keyakinan dan tata cara berdoa menurut agama masing-masing.

Ia juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para alim ulama, pemuka agama, mubaligh, penyuluh agama dari semua agama, yang selalu membimbing umatnya dengan dakwah dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan agar masyarakat memiliki ketahanan mental spiritual di masa pendemi.

"Pandemi COVID-19 merupakan musibah kesehatan global terbesar abad ini sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali ke kondisi normal," ujarnya.

"Telah banyak saudara-saudara kita, termasuk tenaga medis, tokoh agama, dan ilmuwan yang mendahului berpulang kehadirat Ilahi dalam situasi pandemi. Kita doakan mereka mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT," sambungnya.

Menurutnya, pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Akibat dari pembatasan sosial yang di maksudkan untuk menghindari penularan virus, kegiatan ekonomi pun menjadi terkendala, baik perusahaan besar maupun kecil sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja dan meningkatnya jumlah pengangguran.

"Uupaya-upaya besar yang telah dan sedang ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat tersebut harus disertai pula dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan permohonan kepada Dzat yang Maha Mulia, Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT," katanya.

Melalui doa kepada Allah, Ma'ruf Amin berharap akan memperoleh berkat dan rahmat-Nya. Seberat apapun tantangan yang dihadapi jika bangsa ini memperoleh berkat dan rahmat Allah SWT akan berhasil mengatasinya, seperti halnya ketika bangsa ini berhasil mengusir penjajah dan memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, yang oleh para pendiri bangsa dinyatakan Atas berkat dan rahmat Allah SWT.

Oleh karena itu acara Doa Kebangsaan Lintas Agama ini diharapkan juga akan memperoleh berkah dan rahmat Allah sehingga bangsa ini dapat keluar dari musibah pandemi COVID-19 dan segala dampaknya serta bencana lainnya.

Acara doa bersama ini diharapkan juga lebih mempererat tali persatuan dan kesatuan dari seluruh komponen bangsa. Karena modal terbesar dalam menghadapi tantangan dan cobaan apa pun adalah persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa.

"Tantangan dan cobaan seberat apa pun akan terasa ringan, apabila kita teguh beriman dan bersatu padu. Sebaliknya kondisi sebaik apapun, akan terasa hampa dan hilang makna, apabila jiwa kita menjauh dari Tuhan dan hidup dalam perseteruan, kebencian dan kecurigaan satu sama lain," katanya.

Saat ini, lanjut dia, saat ini bangsa Indonesia sedang berhadapan dengan kondisi luar biasa yang membutuhkan solidaritas kebangsaan, semangat berbagi di antara sesama anak bangsa serta ketakwaan kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Keimanan dan ketakwaan adalah energi ruhaniah yang senantiasa memberi harapan dan optimisme agar musibah global ini segera diangkat Allah dari muka bumi.

"Vaksinasi yang dilakukan juga sebagai satu ikhtiar yang amat penting sesuai kaidah ilmu pengetahuan," katanya.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Beri Sinyal PT Pos Jadi Kanal Penerima Wakaf