Wapres dorong peningkatan semangat ulama Perempuan

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong peningkatan semangat ulama perempuan yang menurutnya penting untuk dikobarkan seiring semakin beratnya tantangan bangsa.

"Semangat keislaman, nasionalisme, kemanusiaan dan integritas ulama perempuan terdahulu sepatutnya terus kita kobarkan seiring semakin beratnya tantangan masa depan bangsa," ujar Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan daring, pada acara Konferensi Internasional “The Role of Women Ulama in Preserving the Nationality, Humanity, and Integrity” Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), dari Jakarta, Rabu.

Dalam acara yang diselenggarakan di UIN Walisongo Semarang tersebut, Wapres menuturkan bahwa ulama perempuan sudah menjadi penggerak dalam kemajuan peradaban pada masa sejarah perkembangan agama Islam, khususnya melalui ilmu pengetahuan.

"Sejak dahulu, ulama perempuan melaksanakan begitu banyak kerja kebaikan dengan penuh integritas, bagi keluarga dan masyarakat, khususnya dalam dakwah dan penyemaian ilmu pengetahuan," ungkap Wapres.

Lebih lanjut, Wapres memberikan pesan agar KUPI dapat berperan dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui dakwah yang memajukan umat.

Baca juga: Wapres Ma'ruf: Saya ini banyak jadi ketua pembina

Baca juga: Ma'ruf Amin harap anggota HIPMI contoh budaya NU saat kongres

"Saya berharap, melalui KUPI, seluruh ulama perempuan mengambil bagian dalam jihad digital, baik dalam dakwah untuk menangkal konten-konten yang kontraproduktif bagi kemajuan umat, maupun dalam program pemberdayaan masyarakat," pesan Wapres.

Dalam konteks kebangsaan, lanjut Wapres, peran ulama perempuan sangat strategis dalam menjaga dan memelihara paham ahlussunnah waljamaah dengan prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang).

"Karakteristik perempuan dapat menjangkau ruas-ruas yang rentan akan infiltrasi radikalisme, seperti generasi muda dan lingkungan sesama perempuan," imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres berharap para ulama perempuan dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan peradaban masyarakat.

"Inilah saatnya ulama perempuan memantapkan kontribusi nya dalam mewujudkan peradaban umat manusia yang damai, maju secara berkeadilan dan berkelanjutan," jelas Wapres.

Pada kesempatan itu Country Representative of AMAN (the Asian Muslim Action Network) Indonesia Dwi Rubiyanti Kholifah melaporkan bahwa acara ini dihadiri peserta dari 31 negara, antara lain dari Afganistan, Australia, Belgia, Mesir, Prancis, Jerman, Hong Kong, India, Irak, Jepang, Kenya, Malaysia, Belanda, Nigeria, Pakistan, Filipina, Puerto Rico, Singapura, Sri Lanka, Swedia, Britania Raya, dan Amerika Serikat.

"Kongres ini akan terdiri dari tiga bagian. Pada bagian pertama, KUPI akan berbagi tentang pengalaman Indonesia dalam membangun peradaban di bawah kepemimpinan ulama perempuan," urainya.

Lebih lanjut ia menuturkan, sesi kedua akan berisi presentasi dari para panelis, sedangkan sesi ketiga akan berisi diskusi berkelompok untuk membahas rencana untuk memajukan peradaban Muslim dan gerakan ulama perempuan.

Hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen serta Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Imam Taufiq.

Sementara, turut mendampingi Wapres Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Velix Wanggai, serta Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Mohamad Nasir.