Wapres Guatemala minta presiden mundur bersama dirinya

·Bacaan 1 menit

Kota Guatemala (AFP) - Wakil presiden Guatemala pada Jumat mengatakan dirinya telah meminta Presiden Alejandro Giammattei untuk mengundurkan diri bersamanya "demi kebaikan negara", menyusul diloloskannya anggaran yang memicu kemarahan di negara Amerika Tengah miskin tersebut.

"Demi kebaikan negara, saya memintanya agar kami mengundurkan diri bersama," kata Guillermo Castillo melalui pesan yang diunggah di media sosial.

Castillo juga dilaporkan memberitahu presiden bahwa "ada yang tidak beres," dan mengakui adanya ketegangan antara dirinya dan kepala negara tersebut.

Giammattei, dokter berusia 64 tahun, meraih kekuasaan pada Januari. Ia berjanji akan memberantas korupsi dan memerangi kejahatan terorganisir.

Akan tetapi masa kepresidenannya telah didominasi oleh kontroversi penanganannya terhadap COVID-19, terutama defisiensi rumah sakit di negara tersebut.

Presiden secara terang-terangan berdebat dengan wakilnya, yang pada Mei mengungkapkan bahwa keduanya secara pribadi berselisih pendapat mengenai respons terbaik menghadapi pandemi COVID-19.

Kongres Guatemala, yang didominasi partai konservatif pro-pemerintah, pekan ini menyetujui anggaran hampir 13 miliar dolar, anggaran dengan jumlah terbesar dalam sejarah Guatemala.

Sebagian besar dana akan dialokasikan untuk infrastruktur yang terkait dengan bisnis besar, yang memicu kemarahan di sebuah negara, di mana kemiskinan tersebar luas dan sebagian anak di bawah lima tahun kekurangan gizi.

Para analis juga memperingatkan bahwa sepertiga dari anggaran tersebut perlu dibiayai oleh utang.

Kongres Guatemala juga menyetujui 3,8 miliar dolar untuk memerangi pandemi COVID-19,namun kurang dari 15 persen dari dana tersebut telah diinvestasikan.

Berbagai kelompok aktivis bakal menggelar aksi protes pada Sabtu sore guna menuntut pengunduran diri presiden.