Wapres harap Madura jadi pelopor riset halal

·Bacaan 1 menit

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin berharap Pulau Madura di Provinsi Jawa Timur dapat menjadi pelopor terhadap pengembangan riset terkait dengan produk halal di dalam negeri.

"Harapan besar kita tentu Pulau Madura akan menjadi salah satu pelopor bagi pengembangan riset produk halal sekaligus gaya hidup halal di Tanah Air," kata Wapres saat meresmikan Halal Center di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kamis.

Wapres mengatakan bahwa Pemerintah mendorong kolaborasi penelitian dan inovasi agar Indonesia dapat memproduksi sendiri bahan untuk industri produk halal dalam negeri.

"Pemerintah sangat mendorong kolaborasi riset yang berkualitas agar Indonesia dapat memproduksi sendiri bahan baku maupun produk halal yang selama ini masih harus diimpor," katanya.

Selain itu, Wapres juga mendorong seluruh perguruan tinggi di Provinsi Jawa Timur, termasuk di Pulau Madura, untuk saling berkolaborasi melakukan riset dan menghasilkan inovasi bagi pengembangan produk halal.

"Peran perguruan tinggi dalam memajukan industri halal tidak cukup berhenti pada pembangunan halal center, tetapi terus memperkaya khazanah riset produk halal," katanya.

Dikatakan pula bahwa bisnis syariah juga harus dikembangkan dengan perbanyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produk halal.

Ia menegaskan bahwa keberadaan para pelaku UMKM syariah tersebut merupakan kunci penting untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri produk halal di dunia.

"Oleh karena itu, inkubasi usaha menjadi sangat penting. Di samping pemerintah daerah, saya minta Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) bersama dengan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) untuk mengembangkan inkubasi para pengusaha muslim di daerah-daerah," ujar Wapres.

Baca juga: Wapres harap industri produk halal dapat berkembang di Madura

Baca juga: Kemenperin: Industri kemasan produk berperan dukung ekosistem halal

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel