Wapres Ma'ruf Amin: Angka Stunting Harus Ditekan, Bahayakan Nasib Bangsa ke Depan

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan bahwa prevalensi stunting balita harus ditekan. Menurut Ma'ruf, stunting berpotensi membahayakan nasib bangsa ke depan.

"Upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2018. Prevalensi stunting balita harus ditekan, karena berpotensi membahayakan nasib bangsa ke depan, dari sisi pendidikan, kesehatan, produktivitas, dan ekonomi," kata Ma'ruf pada acara peluncuran buku melangkah maju: inisiatif lokal dalam menurunkan stunting di Indonesia, Selasa (31/5).

Dia menyebut, saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan pada 2045 nanti, diharapkan betul-betul mempunyai generasi emas yang mampu membawa Indonesia pada kemajuan. Bukan generasi yang menjadi beban demografi akibat dari adanya stunting.

"Untuk itu, dengan mengacu pada Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Stranas Stunting), Pemerintah terus memperkuat investasi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan manusia," ucapnya.

Ma’ruf pun bersyukur prevalensi stunting kini menurun signifikan dari 30,8% pada 2018, menjadi 24,4% pada 2021. Hasil ini berkat kerja keras pelbagai pihak.

"Capaian ini tentunya berkat kerja keras, kerja cerdas, kerja kolaborasi semua pihak, baik di pusat maupun di daerah," pungkas Ma’ruf. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel