Wapres Ma'ruf Amin Divaksin, Menkes Harap Bisa Jadi Contoh untuk Lansia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berharap vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dapat menjadi contoh untuk para masyarakat berusia lanjut (lansia). Sehingga, mereka yang masuk kategori lansia mau mengikuti program vaksinasi virus corona.

"Pak Wapres memberikan contoh yang sangat baik bagi para lansia di Indonesia, mudah-mudahan bisa diikuti oleh para senior-senior kita di Indonesia," kata Budi Gunadi usai mendampingi Ma'ruf Amin menjalani vaksinasi, Rabu (17/2/2021).

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Dia mengajak masyarakat lansia lainnya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk melindungi diri dari virus corona. Budi menekankan vaksinasi bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga melindungi keluarga dan orang-orang sekitar dari paparan Covid-19.

Pemerintah sendiri menargetkan 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta orang harus mengikuti vaksinasi Covid-19. Hal ini agar tercipta herd immunity atau kekebalan komunal.

"Kita harus mengejar 70 persen populasi divaksin jadi fungsi sosialnya jauh lebih besar daripada perlindungan individualnya," ujar Budi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Lansia Bisa Divaksin

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjalani vaksinasi virus Corona atau Covid-19, Rabu (17/2/2021). Dia meyakini, masyarakat dengan usia lanjut seperti dirinya dapat menerima vaksin Covid-19. Dengan begitu, dia pun siap menjalani vaksinasi tersebut.

"Nah sekarang ini sesuai dengan janji saya kalau memang yang lanjut usia seperti saya bisa divaksin sesuai aturan dan juga hasil penelitian yang menunjukkan bahwa itu bisa dilakukan maka saya sejak awal memang siap untuk divaksin sesuai dengan program yang ditetapkan oleh pemerintah," jelas Ma'ruf Amin.

Adapun vaksin yang disuntikan ke Ma'ruf yakni, buatan perusahaan China, Sinovac.Vaksin CoronaVac produksi Sinovac membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengeluarkan persetujuan penggunaan emergency use of authorization (EUA) vaksin CoronaVac untuk usia di atas 60 tahun. Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan banyaknya korban meninggal terinfeksi virus corona pada kelompok usia tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, persentase lansia yang terpapar virus corona di Indonesia sebesar 10 persen, namun total yang meninggal karena Covid-19 mencapai angka 50 persen. Hal tersebut menunjukkan risiko besar bagi para lansia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini: