Wapres Ma'ruf Amin: Jumlah Dana yang Dikumpulkan Baznas Belum Optimal

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut, dana yang dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berhasil mengatasi berbagai permasalahan sosial ekonomi di masyarakat. Namun, jumlah dana yang terkumpul belum mencapai potensi yang dimiliki.

"Meski dana Baznas yang dikumpulkan belum sesuai, tapi sudah memberikan banyak kemanfaatan. Ada juga yang untuk membantu rumah sakit,' ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan acara Silaturahim dengan Pimpinan Pengurus Baznas se-Jawa Tengah di The Sunan Hotel, Solo, Senin (21/11).

Ma'ruf berharap ke depan dana yang dikumpulkan Baznas bisa lebih optimal, sehingga bisa lebih memberikan manfaat lagi.

Dana Terkumpul Terus Tumbuh

Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan, pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan salah satu instrumen penting keagamaan untuk menciptakan keadilan sosial ekonomi.

Data menunjukkan pengumpulan ZIS oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus mengalami peningkatan. Rata-rata pertumbuhannya sebesar 34,75 persen per tahun.

Jika potensi peningkatan ini terus dimaksimalkan, pengumpulan dana ZIS dapat menjadi solusi dalam memperkuat ekonomi umat, salah satunya dengan merealisasikan dana abadi.

"Saya setuju sekali kalau memang nanti dana zakat itu ada dana abadi. Tapi sesuai dengan aturan kita, bahwa kalau kita melakukan sesuatu itu harus di-back-up oleh fatwa," katanya.

Aturan bagi ASN, TNI dan Polri

Dalam kesempatan sama, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji berharap Wapres memberikan instruksi dan arahan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk berkomunikasi dengan Baznas di daerah.

Menurutnya, selama ini belum ada aturan mengikat bagi ASN, baik sipil, Polri, maupun TNI, untuk wajib membayar zakat.

"Kalau melihat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Zakat itu hanya masih berorientasi pada penyelenggara zakat atau lembaga penyelenggaranya. Belum menyangkut mengikat pada muzakki maupun mustahiq," tandasnya.

Pihaknya memandang penting apabila ada perubahan undang-undang itu yang lebih juga mengikat pada para muzakki dan mustahiq. Karena menurutnya, di Indonesia muzakki luar biasa banyaknya. Namun sayangnya belum bisa diikat. [yan]