Wapres Ma'ruf Amin Rayu Dubai Holding Investasi di Ibu Kota Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak Dubai Holding untuk menanamkan investasi di sejumlah sektor di Indonesia. Mulai dari pariwisata, ekonomi dan keuangan syariah, penguatan kapasitas UMKM, hingga infrastruktur pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal itu disampaikan Wapres Ma'ruf saat melakukan pertemuan dengan Pimpinan Dubai Holding Syekh Ahmed bin Saeed Al Maktoum di Kantor Dubai Holding, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA), Kamis (3/11).

"Pertama, saya mengapresiasi kehadiran Dubai Holding melalui anak perusahaan Jumeirah Group dalam bentuk investasi pendirian hotel ‘Jumeirah Bali’ di Uluwatu, Bali," kata Ma’ruf.

Ma’ruf memaparkan, bahwa potensi pariwisata Indonesia sangat besar, bukan hanya Bali. Bahkan, Indonesia termasuk 10 besar dalam rangking pariwisata di Kawasan Asia Pasifik menurut Organisasi Perdagangan Dunia PBB (UN-WTO).

"Indonesia memiliki banyak lokasi yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata selain Bali. Saat ini terdapat 47 proyek sustainable investment yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia, dan beberapa di antaranya merupakan sektor pariwisata, yaitu antara lain, Toba Resort and Natural Park, Mandalika Convention Hotel and Resort, Labuan Bajo, dan Borobudur," paparnya.

Selain itu, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki visi untuk menjadi pusat industri halal dunia, termasuk wisata halal. "Saya harap Dubai Holding dapat memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan investasinya di sektor pariwisata Indonesia," ucapnya.

Bangun Ekonomi Syariah

Selanjutnya, Ma’ruf memaparkan bahwa saat ini Indonesia tengah giat membangun ekonomi dan keuangan syariah. "Kedua negara telah meratifikasi Perjanjian Investasi Bilateral, dan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (Indonesia-PEA CEPA) dengan bab khusus yang membahas ekonomi dan keuangan syariah," ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia–PEA CEPA akan mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan keuangan syariah kedua negara. "Untuk itu, saya mengundang Dubai Holding untuk dapat berinvestasi pada pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk sektor industri halal," tawarnya.

Dubai Holding, kata Ma’ruf, dapat menjadi pengembang, pengelola, ataupun menjadi tenant utama pada KEK. Sementara terkait keuangan syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI) saat ini telah membuka perwakilan di Dubai. Ia pun berharap dengan dukungan Dubai Holding, kerja sama keuangan syariah Indonesia-PEA terus berkembang.

"Saat ini Indonesia sedang mendorong spin-off unit usaha syariah menjadi bank umum syariah, terbuka kesempatan untuk berinvestasi di berbagai bank syariah tersebut," ujarnya.

Lebih jauh, Ma’ruf memaparkan, saat ini Pemerintah Indonesia tengah serius berupaya meningkatkan kapasitas UMKM di Indonesia yang telah berkontribusi besar terhadap PDB nasional serta penyerapan tenaga kerja.

"Saya harap, Dubai Holding yang telah berpengalaman meningkatkan kapasitas UMKM di Dubai dapat mendukung penguatan UMKM di Indonesia, terutama dalam transformasi digital UMKM," harapnya.

Minta Pimpinan Dubai Holding Berkunjung ke Indonesia

Terakhir, Ma'ruf mengundang Pimpinan Dubai Holding untuk berkunjung langsung ke Indonesia guna melihat langsung berbagai potensi kerja sama bisnis atau investasi dengan Indonesia. Termasuk potensi pengembangan ekonomi di Ibu Kota Negara baru yakni Ibu Kota Nusantara (IKN).

"IKN akan menjadi showcase transformasi peradaban di Indonesia. Konsep pembangunan kota ini adalah hijau, pintar, inklusif, memiliki resiliensi dan berkelanjutan," pungkasnya.

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi, Pimpinan Dubai Holding Syekh Ahmed bin Saeed Al Maktoum menyambut baik dan akan menjajaki berbagai kemungkinan investasi di Indonesia.

"Beliau sangat terbuka dan (mengatakan) akan berkunjung ke Indonesia sehingga terlihat langsung apa saja yang bisa ditindaklanjuti untuk kerja sama yang lebih konkret," ujarnya.

Dubai Holding juga akan menggandeng BSI sebagai mitra lokal untuk menjalin berbagai kerja sama. "Jadi ini saya kira hubungan yang bagus untuk semacam investasi dari Dubai Holding ke Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, Dubai Holding adalah perusahaan global yang beroperasi di 13 negara dan memperkerjakan lebih dari 20.000 karyawan. Perusahaan ini juga memainkan peranan penting dalam ekonomi Dubai.

Secara kolektif, Dubai Holding mewakili keterlibatan di banyak sektor yang terus mendorong dukungan dan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi yang berkelanjutan sejalan dengan visi pemerintah PEA.

Perusahaan-perusahaan yang berada dalam naungan Dubai Holding yaitu Dubai Asset Management, Dubai Holding Real Estate, Dubai Holding Hospitality, serta Dubai Holding Entertainment. [idr]