Wapres Ma'ruf: Banyak Provinsi yang Belum Sentuh Masalah Limbah Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengapresisasi inisiatif Asosiasi Produsen Insinerator Indonesia (APII) yang berencana membantu pemerintah mempercepat penanganan limbah medis infeksius Covid-19. Menurutnya, penanganan limbah medis infeksius Covid-19 merupakan bagian penting dari upaya mengatasi pandemi Covid-19.

"Saya menyambut baik inisiatif APII untuk membantu mempercepat proses penanganan limbah B3 (bahan berbahaya beracun) yang memang sekarang sedang diperlukan. Karena pemerintah sedang mulai menggarap masalah penanganan limbah Covid-19 ini," ungkapnya saat menerima audiensi jajaran pengurus APII melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Senin (30/8/2021).

Ma'ruf mengakui di banyak daerah, masalah limbah Covid-19 belum mendapatkan perhatian khusus. Sebab para pemda sibuk mengendalikan penularan Covid-19 seperti tracing, testing, dan treatment.

"Hasil pertemuan saya dengan beberapa provinsi, itu memang banyak provinsi yang belum menyentuh masalah limbah ini, padahal semakin hari limbah ini semakin besar," ujarnya.

Oleh karena itu, Ma'ruf mengapresiasi APII yang ingin membantu mengolah limbah Covid-19 di tanah air dengan terus mengembangkan teknologi pengelolaan limbah.

"Saya memberikan penghargaan dan apresiasi, dan saya mengharap upaya APII untuk mengembangkan teknologi pengelolaan limbah berskala kecil dan mobile itu juga terus dikembangkan," tuturnya.

Terkait hal ini, Ma'ruf berpesan kepada APII agar segera menghubungi berbagai pihak yang terkait untuk merealisasikan inisiatifnya. Misalnya mengenai masalah kualitas produk insinerator, ia meminta APII agar berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Saya sarankan pertama untuk standar mutu insinerator supaya berkomunikasi atau berkoordinasi dengan KLHK dan BRIN supaya memperoleh standardisasi," pintanya.

Selanjutnya, terkait penanganan limbah Covid-19, Ma'ruf meminta APII agar berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Kemudian untuk membantu pemerintah, kita rekomendasikan supaya berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat pusat (yakni) BNPB dan juga Satgas di daerah," pungkasnya.

Dukung Produk dalam Negeri

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Biro Pers Sekretariat Wapres)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Biro Pers Sekretariat Wapres)

Sementara, Ketua APII Rudy Indra Wardhana melaporkan, bahwa APII yang merupakan wadah para produsen insinerator di Indonesia ingin membantu pemerintah dalam upaya menangani limbah medis infeksius Covid-19. Ia pun meyakinkan bahwa produk insinerator yang dihasilkan APII dapat mengolah limbah secara efektif dan ramah lingkungan.

"Berkenaan dengan program pemerintah untuk mengatasi limbah Covid-19 yang cukup banyak dan tidak bisa dibuang sembarangan, maka alat insinerator ini sangat efektif karena bisa membakar (limbah) tanpa menimbulkan asap yang mencemari lingkungan," paparnya.

Selanjutnya, Anggota APII Aditya Vilyanto menambahkan bahwa produk insinerator APII dapat dipertanggungjawabkan secara kualitas dan kuantitas. Sebab, meskipun buatan dalam negeri tetapi telah mengadopsi teknologi dari beberapa negara lain.

"Kami mohon pemerintah dapat mendukung produk dalam negeri. Kita sebagai industri nasional sangat mampu untuk memproduksi mesin insinerator ini," ujarnya.

Reporter: Genan Kasah

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel