Wapres Ma'ruf: Dai Harus Mengajarkan Toleran dan Anti-Kekerasan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para pendakwah atau dai dapat menjalankan perannya dengan menyebarkan toleransi dan berpikiran terbuka di Indonesia. Demikian kata Ma'ruf pada Webinar BNPT bertajuk 'Peran Dai dalam Deradikalisasi Paham Keagamaan di Indonesia'.

"Para dai harus meneladani cara berpikir Rasulullah SAW dan tidak ikut dalam arus berpikir sempit, seperti fenomena yang muncul belakangan ini. Contoh sederhana cara berpikir sempit adalah tidak percaya bahwa Covid-19 adalah nyata, atau percaya pada teori-teori konspirasi," kata Ma'ruf, Minggu (4/4/2021).

Dia mengingatkan dalam berdakwah, dai perlu terus mengajarkan tentang moderasi beragama.

"Pertama, mengembangkan sikap toleran, yaitu perilaku yang menerima dan menghargai keberadaan orang lain yang berbeda keyakinan," ucap Ma'ruf.

Selanjutnya, dai harus menyebarkan paham antikekerasan. "Tidak membenarkan tindak kekerasan, terutama atas nama agama, baik yang dilakukan secara verbal maupun fisik. Ketiga, menjaga kerukunan dan persatuan," kata Ma'ruf Amin.

Dakwah sesuai situasi di tengah masyarakat beragam

Ma'ruf mengatakan, pendakwah juga dituntut mampu melakukan penguatan empat konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian bingkai sosiologis melalui pendekatan sosio kultural dan kearifan lokal, dan bingkai yuridis dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

"Gunakan narasi dakwah yang rahmatan lil 'alamin dengan manhaj yang wasathy. Metode dakwah yang digunakan harus menyesuaikan situasi masyarakat Indonesia yang beragam dan majemuk,” ujarnya.

"Yang mampu mendeteksi dini dan mengeliminasi pola pikir intoleran, egosentris kelompok, dan gerakan yang mengarah pada kekerasan," tandas Ma'ruf Amin.

Saksikan video pilihan di bawah ini: