Wapres Ma'ruf dan PM Kishida bahas penguatan persahabatan RI-Jepang

Wapres Ma'ruf Amin dan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida membahas penguatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang di Istana Akasaka, Tokyo, Senin.

"Terima kasih Yang Mulia atas sambutannya yang hangat. Jepang adalah salah satu mitra penting Indonesia di bidang ekonomi," kata Ma'ruf Amin di Tokyo.

Ma'ruf Amin mengatakan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama konkret dengan Jepang salah satunya ditunjukkan lewat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Tokyo pada Juli lalu.

"Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Tokyo bulan Juli lalu menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus melanjutkan kerja sama konkret yang membawa kemanfaatan bagi masyarakat kedua negara," tambahnya.

Menanggapi pernyataan Ma'ruf Amin, Fumio Kishida menyatakan terima kasih atas kesediaan Ma'ruf menghadiri pemakaman mantan PM Shinzo Abe. Ma'ruf Amin datang ke Tokyo untuk menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang Shinzo Abe pada Selasa (27/9).

"Saya secara terbuka bertukar pandangan dengan Bapak untuk meneruskan upaya warisan diplomatik. Yang Mulia Bapak Wakil Presiden telah menghadiri upacara penobatan Kaisar Jepang pada 2019, saya yakin hubungan persahabatan negara kita yang bersejarah panjang semakin mendalam dalam tahun-tahun belakangan ini," kata Kishida.

Baca juga: Wapres Ma'ruf dengarkan asprirasi masyarakat Indonesia di Jepang

Sebelumnya, di Wisma Duta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Ma'ruf Amin mengatakan akan memanfaatkan kunjungan kehormatannya dengan Fumio Kishida untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang pada Juli 2022 lalu.

"Dan membahas beberapa kepentingan Indonesia, khususnya penguatan kerja sama ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan dan peningkatan kapasitas SDM," kata Wapres di Wisma Duta KBRI Tokyo, Senin.

Ma'ruf juga mengatakan tentang pentingnya penandatanganan Protokol Perubahan Indonesian-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) pada KTT G20 di Bali November mendatang.

Dia berharap perluasan investasi dan investasi baru senilai 5,2 miliar dolar AS, penyelesaian proyek-proyek infrastruktur strategis, serta penyelesaian hambatan terhadap akses bagi ekspor produk pertanian dan perikanan Indonesia segera terealisasikan.

"Saya ingin mendorong kerja sama potensial Indonesia dan Jepang, utamanya pengembangan ekonomi syariah dan industri halal pada sektor unggulan, yaitu makanan, kosmetika, fesyen, dan pariwisata," ujar Ma'ruf Amin.

Baca juga: Wapres Ma'ruf ingin SDM dan UMKM Indonesia dapat unggul di Jepang
Baca juga: Jepang adakan pemakaman kenegaraan untuk Abe pada 27 September