Wapres Ma'ruf ingin SAI20 jadi warisan Presidensi G20 Indonesia

Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin agar pertemuan "Supreme Audit Institution" 20 (SAI20) dapat menjadi warisan kepemimpinan Indonesia di G20.

"Pembentukan SAI20 akan menjadi salah satu warisan dari Presidensi G20 Indonesia. Terdapat tiga hal yang saya harapkan dari KTT SAI20. Pertama, SAI20 agar menyampaikan perspektif audit yang independen dalam rangka membantu pemerintah merumuskan kebijakan pemulihan ekonomi secara berkelanjutan, pencapaian target SDGs, dan kesiapan menghadapi krisis di masa depan," kata Wapres Ma'ruf Amin di Nusa Dua, Bali, Senin.

Baca juga: Wapres Ma'ruf: Peran lembaga audit penting saat keadaan genting

Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan hal tersebut saat menghadiri dan memberikan pidato utama pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Supreme Audit Institution 20 (SAI20).

SAI20 Summit adalah "engagement group" yang diinisiasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dihadiri oleh lembaga pemeriksa negara-negara anggota G20.

"Kedua, SAI merumuskan peran dalam mendukung masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengatasi aneka tantangan global, khususnya terkait isu utama Presidensi G20 Indonesia, yaitu penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan pembangunan ekonomi hijau, termasuk transisi energi yang adil dan terjangkau," ungkap Wapres.

Ketiga, Wapres menyebut pengalaman krisis di masa lampau telah mencatat peran krusial para auditor bagi pemimpin negara dalam mengambil keputusan di masa-masa sulit akibat krisis.

"Jadikan KTT SAI20 sebagai jembatan penghubung pemikiran para auditor manca negara yang tentunya memiliki mandat dan pengalaman berbeda dalam merespons krisis sehingga dapat memberikan kekayaan perspektif dan gagasan," tambah Wapres.

Wapres berharap, pernyataan bersama atau komunike yang akan dihasilkan dari SAI20 dapat mencakup ketiga hal tersebut, selain kerja sama peningkatan kapasitas SAI.

"Komunike ini nantinya juga dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam penyiapan deklarasi pemimpin G20 di Bali pada November 2022 yang akan datang," kata Wapres.

Baca juga: Ma'ruf Amin ke Bali lakukan kunjungan kerja

Sedangkan Ketua BPK Isma Yatun menyebut SAI20 akan menghasilkan dua keluaran yaitu "rules of procedure" (tata aturan) serta pernyataan bersama atau komunike terkait percepatan pemulihan ekonomi dan dukungan bagi tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs).

"Komunike SAI 20 bertujuan menunjukkan pernyataan bersama pemerintah, masyarakat, parlemen dan lainnya untuk melakukan kolaborasi efektif di kalangan pemeriksa negara-negara2 G20 guna memastikan peran dan rekomendasi SAI 20 bisa diterima masing-masing negara," kata Isma Yatun dalam sambutannya.

SAI20 diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan akuntabilitas lembaga sektor publik serta efektivitas program dan kebijakan masing-masing negara khususnya untuk mengawal penggunaan dana publik dalam mengatasi krisis.

Hadir dalam pertemuan ini Ketua BPK Isma Yatun beserta jajarannya, President SAI Arab Saudi Hussam Alangari, President SAI Brazil Bruno Dantas, Auditor General SAI Australia Grant Hehir, Presiden SAI Argentina Jesus Rodrigez, Deputy Comptroller and Auditor General SAI India Parveen Mehta, Member of Board SAI Rusia Dmiitrii Zaitsev, serta Commissioner SAI Republic of Korea Eunsok Cho.

Sementara, Wapres didampingi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokrasi M. Nasir, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, serta Tim Ahli Wapres Johan Tedja Surya dan Farhat Brachma.

Baca juga: Wapres: Indonesia perlu waspada meski mampu lalui krisis dengan baik

Baca juga: Wapres sampaikan empat gagasan wujudkan keadilan ekonomi