Wapres Ma'ruf Kejar Pengentasan Penduduk Miskin Ekstrem di 7 Provinsi hingga 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengakui pandemi covid-19 telah membuat masyarakat miskin semakin terpuruk perekonomiannya. Sebagai Koordinator Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Ma'ruf mengaku tengah kejar target pengentasan kemisikinan ekstrem di tujuh provinsi untuk tahun 2021.

"Tujuh provinsi,Pullau Jawa ada Barat, Tengah dan Timur. Kemudian NTT , Maluku, Papua dan Papua Barat. Ini kategori miskin ekstrem. Tapi total seluruh Indonesia miskin ekstrem ada 10 juta (penduduk)," kata Ma'ruf di Gedung Bentara Budaya Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Ma'ruf mengakui waktunya tak banyak, tersisa kurang dari empat bulan untuk 7 provinsi tersebut. Namun dia optimis, sebab roadmap pengentasan sudah disiapkan dan terus menyesuaikan kondisi pandemi.

"Target 2021 ini dapat mencapai 80% kita optimistis. Walau situasi kadang tak menentu akibat pandemi ini," yakin Ma'ruf.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Tekan 0 Persen Penduduk Miskin Ekstrem

Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)
Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)

Ma'ruf menambahkan, target final dari program kerja pengentasan kemiskinan sampai 2024 adalah Indonesia bebas penduduk miskin ekstrem. Dia berharap, semua dapat berjalan baik dengan capaian 25 sampai 35 persen di tahun 2022 dan 2023, serta sisanya di 2024.

"Jadi nanti 2024 kita akan terus berusaha menekan sampai 0% penduduk miskin ekstrem ini," Ma'ruf menandasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel