Wapres Ma'ruf Kenang KH Dimyati Rois sebagai Pencetak Santri Unggul

Merdeka.com - Merdeka.com - Tokoh ulama besar KH Dimyati Rois meninggal dunia pada Jumat (10/6) dini hari. Dimyati wafat pada pukul 01.13 WIB di Rumah Sakit Tlogorejo Semarang, Jawa Tengah.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan duka cita mendalam. Menurutnya, Dimyati merupakan sosok ulama kharismatik pencetak santri unggul dan berdaya saing.

"Sebagai Mustasyar PBNU dan satu dari 9 anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), Mbah Dim sapaan hangat yang biasa kita kenal adalah seorang ulama kharismatik. Kiprahnya di dunia pesantren telah banyak mencetak santri-santri unggul dan berdaya saing," ungkapnya di Jakarta, Jumat (10/6).

Melalui ilmu yang diamalkannya, kata Ma'ruf, Dimyati telah membawa santri untuk mampu menjadi manusia berdaya dalam mengisi pembangunan di tanah air.

"Semoga almarhum K.H. Dimyati Rois diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga serta keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) yang ditinggalkan diberikan kesabaran menghadapi ujian ini," ucapnya.

KH Dimyati Rois merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Kiai Dimyati lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945.

Setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, ia juga sempat menuntut ilmu di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal selama belasan tahun.

Pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung pada 2021 lalu, Kiai Dimyati terpilih menjadi salah satu dari sembilan Anggota AHWA. Bahkan ia mendapatkan suara terbanyak saat itu, yakni 503 suara. Bersama delapan kiai lainnya, ia kemudian memilih dan menetapkan Rais Aam Syuriyah PBNU. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel