Wapres Ma'ruf Soroti Angka Pengangguran di Negara-Negara Muslim

Hardani Triyoga, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVAWakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa selain pandemi COVID-19 masih terdapat tantangan lain yang harus dihadapi oleh umat Muslim. Tantangan itu seperti, di antaranya, masih besarnya Islamophobia di dunia.

Menurutnya, masih terdapat pandangan negatif tentang pendidikan Islam yang dianggap sebagai tempat pembibitan ideologi ekstrem. Kemudian masih memprihatinkannya kondisi sosial ekonomi umat Islam.

"Jika diteliti lebih dalam, diketahui bahwa sumber utama dari kebencian terhadap Islam adalah ketidaktahuan atau ketidakpahaman terhadap apa Islam itu," kata Ma'ruf lewat video, Kamis 22 Oktober 2020.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Ingin Pesantren Tak Cuma Pusat Pencetak Ulama

Ma'ruf mengajak seluruh umat Islam untuk bersama-sama melawan cara pandang negatif tersebut. Yakni dengan introspeksi diri dan menerapkan perilaku yang santun, moderat, serta toleran.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia maka harus punya tanggung jawab besar.

"Berangkat dari tantangan yang kita hadapi bersama tadi, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita memiliki tanggung jawab untuk bersama sama menyerukan dan menjelaskan ajaran Islam yang sesungguhnya," lanjut Ma'ruf.

Tantangan besar selanjutnya menurut dia adalah kondisi sosial dan ekonomi umat Islam yang masih sangat memprihatinkan. Pada tahun 2018 katanya, hanya 31 negara dari 57 anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) yang memiliki tingkat literasi di atas 90 persen.

"Negara-negara muslim masih harus berjuang melawan kemiskinan, 350 juta orang di negara-negara OKI hidup di bawah 1,25 dolar per hari, tingkat rata-rata pengangguran di negara OKI 6 persen di tahun 2018, atau di atas rata-rata pengangguran dunia yang 5,1 persen," kata Wapres Ma'ruf Amin. (ren)