Wapres Ma'ruf Tegaskan Suntik Vaksin COVID-19 Tak Batalkan Puasa

Agus Rahmat, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kurang dari 30 hari ke depan, umat Muslim di dunia khususnya di Indonesia, akan memasuki bulan suci Ramadan atau puasa. Di sisi lain, program vaksinasi COVID-19 tetap berjalan.

Hal ini sempat menimbulkan pertanyaan di tengah-tengah masyarakat. Apakah suntik vaksin COVID-19 disaat menjalankan ibadah puasa, bisa membatalkan atau tidak. Wakil Presiden RI, KH.Ma'ruf Amin mengatakan, kalau vaksinasi COVID-19 saat Ramadan boleh dilakukan dan tidak membatalkan puasa.

Sebagaimana Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa.

Baca juga: Bappenas: Presiden Jokowi Bisa 17 Agustusan di Ibu Kota Baru 2024

Dalam fatwa itu, disebutkan bahwa hukum melakukan vaksinasi COVID-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuscular adalah boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar).

“Fatwa MUI sudah keluar, vaksinasi di bulan Ramadan itu tidak membatalkan puasa,” ucap Ma’ruf Amin dalam keterangan persnya di kediaman resmi Wapres RI, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021.

Ia menjelaskan alasan vaksin tidak membatalkan puasa di bulan Ramadan, karena proses injeksi tidak dilakukan melalui lubang yang tersedia pada tubuh manusia, seperti hidung, mulut, telinga.

Vaksin disuntikkan di lengan tangan. Maka fatwa menyebutkan, hal itu tidak membatalkan puasa dan diperbolehkan.

“Kalau yang membatalkan itu yang masuk dari hidung, mulut, telinga, atau lubang yang lain. Tapi karena vaksin ini disuntik bukan dari lubang itu, maka itu tidak membatalkan puasa,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan, bahwa protokol kesehatan tetap harus digunakan. Meskipun telah dilakukan vaksinasi. Sebab vaksin tidak menjamin manusia kebal dari COVID-19. Sehingga ia meminta masyarakat tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan.

“Walaupun sudah divaksin, ada saja yang bisa tertular. Jadi, kita tetap harus menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dan juga mematuhi aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), dan vaksinasi. Semua untuk kemaslahatan kita, kebaikan kita,” katanya.

Wapres mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, sebagai upaya mendukung pemerintah di dalam mewujudkan kekebalan imunitas atau herd immunity.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, karena ini bukti untuk kita supaya terjadi kekebalan imunitas masyarakat, menjaga dari pengaruh penyebaran COVID-19,” katanya.