Wapres Minta Deteksi Dini Penyakit Polio Lebih Teliti: Jangan Sampai jadi Pandemi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit poliomyelitis atau Polio pascatemuan kasus di Aceh. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menginstruksikan semua pihak menyikapi serius apa yang disampaikan Kemenkes dengan segera menangani kasus Polio, agar tidak meluas dan menjadi pandemi.

"Saya kira perlu segera ditangani, jangan sampai menjadi pandemi seperti dulu," tutur Ma'ruf di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/11).

Penetapan status KLB diberlakukan usai ditemukannya satu kasus Polio tipe 2 yang menyerang seorang anak berusia 7 tahun di Kabupaten Pidie, Aceh. Ma'ruf mendesak imunisasi polio digencarkan dan deteksi dini penyakit dilakukan lebih teliti.

"Oleh karena itu jangan sampai melebar, supaya lebih teliti lagi deteksinya," jelas dia.

Menurut dia, jika Polio meluas hingga menjadi pandemi maka akan menjadi masalah baru di Tanah Air setelah berjibaku bangkit usai penyebaran Covid-19.

"Kalau jadi pandemi akan jadi masalah seperti yang kita alami dulu, imunisasi Polio sampai (menjadi) gerakan nasional," tegas Wapres.

Sebelumnya, seorang anak di Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, dinyatakan positif polio berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium Prof Sri Oemijati di Jakarta. Pemkab Pidie pun langsung menetapkan temuan itu sebagai kejadian luar biasa (KLB).

"Kami menyatakan ini sebagai Kejadian Luar Biasa, karena seperti yang kita ketahui Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya sudah dinyatakan bebas polio dan dunia saat ini bergerak menuju eradikasi untuk menghilangkan polio dari seluruh negara," kata Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto, Jumat (18/11).

Wahyudi menyebut anak yang terpapar polio ini berusia 7 tahun. Awalnya, anak itu mengalami sakit demam, lalu muncul nyeri pada persendian dan kelemahan anggota gerak. Bocah itu kemudian dirawat di Rumah Sakit Teungku Chik di Tiro Sigli.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Lipuutan6.com [lia]