Wapres Minta Dispensasi Santri Mudik, Ganjar: Jangan Sampai Kaya India

Dedy Priatmojo, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh lapisan masyarakat turut serta menjadi bagian dari tren baik penanganan COVID-19 saat ini. Salah satu caranya dengan tidak mudik pada Lebaran 2021.

"Termasuk para santri agar menahan diri dan tidak mudik saat lebaran 2021 nanti. Santri turut menjadi bagian dari tren baik penanganan COVID-19 saat ini," kata Ganjar saat berkunjung jelang waktu berbuka puasa di Yayasan Sosial dan Panti Asuhan At-Taqwa, Dukuh Genting, Meteseh, Tembalang, Semarang, Sabtu, 24 April 2021.

Menurutnya, pelarangan mudik merupakan bagian dari pencegahan. Pasalnya, saat mudik akan menimbulkan keramaian. Di sisi lain, muncul kekhawatiran protokol kesehatan yang diabaikan.

“Karena kalau mudik itu rombongan. Kalau rombongan banyak sekali, kalau banyak sekali, nanti ada potensi ketularan," jelasnya. Ia meminta agar para santri mencari berita di internet tentang Corona di India.

"Contohnya itu India, hanya butuh waktu 15 hari, yang ketularan banyak sekali. Maka sebaiknya kita tahan dulu, enggak usah mudik, terus kemudian cukup kasih salam-salam saja. Saya juga enggak mudik," katanya di depan para santri.

Di pondok tersebut banyak santri yang berasal dari berbagai daerah termasuk luar Jawa. Santri diminta memanfaatkan teknologi untuk video call saat lebaran.

"Ndakpapa kalau enggak pulang, kan koncone ya okeh neng kene to, salat id di sini bareng-bareng, Medan enggak usah pulang," kata Ganjar kepada Santri asal Medan.

Beberapa santri mengaku sedih karena tidak bisa mudik saat Lebaran 2021. Namun untuk sementara mereka kontak jarak jauh untuk mengobati kerinduan.

"Nanti telepon keluarga saja ya," kata Marlina Sintya Bella, santriwati asal Palembang.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta dispensasi bagi santri untuk pulang ke rumah atau mudik saat lebaran. Ma'ruf juga meminta santri tidak dikenakan aturan larangan mudik.

"Wakil Presiden minta agar ada dispensasi untuk santri bisa pulang ke rumah masing-masing tidak dikenai aturan-aturan ketat terkait larangan mudik yang berhubungan dengan konteks pandemi saat ini," ujar juru bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, dalam keterangannya, Jumat.

Masduki mengatakan lebaran merupakan waktu bagi santri untuk pulang ke rumah setelah melakukan proses belajar di pondok pesantren. Para santri ini disebut banyak yang pulang lintas wilayah.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno