Wapres Minta Kasus Kekerasan di Gontor Tidak Mendeskreditkan Pesantren

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin turut menyesalkan terjadinya kekerasan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang menyebabkan seorang santrinya meninggal dunia. Namun Wapres meminta kasus tersebut tidak bertujuan mendeskreditkan pesantren.

Hal itu disampaikan Wapres dalam kunjungannya di Palembang, Rabu (6/9). Dia berharap semua pihak dapat memilah persoalan hukumnya, bukan digunakan sebagai momen menjatuhkan pesantren.

"Kejadian itu kita harapkan tidak timbul mendeskriditkan pesantren," ungkap Wapres.

Dikatakan, kasus kekerasan menyebabkan korban meninggal dunia menjadi duka di dunia pesantren dan tidak bisa dibenarkan. Dia mensinyalir ada perubahan pola pendidikan dari pesantren.

"Dulu tidak ada (kekerasan), semua pesantren mendidik untuk akhlakul karimah, tujuan pesantren itu pertama memberi ilmu agama serta pemahaman agama dan kedua mengajarkan akhlak yang mulia," terangnya.

Karena itu, dirinya meminta kepolisian memproses kasus ini sesuai perundang-undangan. Para pelaku dapat dijerat hukum karena melakukan tindak pidana dan mencoreng citra lembaga pendidikan Islam itu.

"Saya kira kalau ada dari pihak keluarga (minta) diproses, saya kira bisa diproses segera," tegasnya.

"Saya harap kejadian serupa tidak terulang lagi, termasuk di pesantren-pesantren lain," sambung Wapres. [ded]