Wapres Minta Mahasiswa Bisa Kembangkan Diri, Tak Sekadar Kejar Ijazah

·Bacaan 1 menit
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin. (Foto: Sekretariat Wakil Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin berharap, mahasiswa Indonesia tidak hanya mengejar sertifikasi/ijazah. Tetapi juga bisa mengembangkan diri, menguasai teknologi dan menumbuhkan jiwa wirausaha dengan terus aktif belajar, berinovasi, kreatif. Hal itu diungkap Ma'ruf saat berpidato di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar secara daring.

"Saya mendorong agar (mahasiswa) UNU Blitar terus mengembangkan riset serta meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, lembaga riset, perguruan tinggi lain, dan pemerintah," kata Ma'ruf seperti dikutip dalam keterangan pers, Sabtu (25/9/2021).

Menurut Ma'ruf, program prioritas pemerintah saat ini adalah pembangunan SDM unggul yang kreatif dan adaptif untuk tantangan masa depan. Ma'ruf pun berpesan kepada Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar agar dapat mencapai target yang diprogramkan tersebut.

"Saya mendorong UNU Blitar untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk menghasilkan generasi unggul dan profesional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, riset dan inovasi (RIN), berjiwa wirausaha, menjunjung nilai-nilai Islam ahlussunnah," jelas dia.

Ma'ruf menjelaskan, riset dan inovasi memegang peranan penting dalam kemajuan perekonomian suatu negara. Selain itu, kemajuan dalam bidang tersebut turut ditopang oleh adanya jiwa kewirausahaan.

"Kesimpulannya, masa depan dan kemajuan kita tidak boleh lagi bertumpu pada SDA [sumber daya alam], tapi pada SDM yang menguasai IPTEK dan RIN," Ma'ruf memungkasi.

Masih Kalah Bersaing

Sebagai catatan, negara-negara tergolong maju memiliki jumlah wirausaha dengan perbandingan minimal 10% dibandingkan populasi penduduknya.

Namun, Entrepreneurship Global Index 2018 menunjukkan jumlah wirausaha Indonesia baru sebesar 3,1% dari total populasi penduduk atau sekitar 8,06 juta jiwa, masih kalah bersaing dengan negara-negara tetangga Malaysia (6%), Thailand (5 %), dan Singapura (7%).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel