Wapres Minta Pemda Petakan Program dan Anggaran Percepat Penurunan Stunting

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden, Ma’ruf Amin meminta jajaran Pemerintah Daerah untuk memetakan kembali program dan anggaran terkait percepatan penurunan stunting.

Hal itu dilakukan karena ia mengakui ada dampak dari pandemi Covid-19 tehadap pelaksanaan program penurunan stunting di daerah.

Wapres Ma’ruf menilai pemetaan ini penting dilakukan untuk meninjau perkembangan program yang telah dilakukan.

“Pemetaan ini penting untuk meninjau program apa saja yang sudah berjalan, apa saja yang cakupannya belum rata dan program apa saja yang berhenti selama pandemi,” katanya dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting, Senin (23/8/2021).

Dari pemetaan tersebut, katanya, Pemda bisa menyusun rencana kegiatan selanjutnya dengan optimalnya berbagai sumber pendanaan. Dengan demikian, manfaat bisa segera dirasakan oleh kelompok sasaran program.

Ma’ruf juga mengigatkan bahwa pelaksanaan berbagai program penurunan stunting tak bisa dilakukan tanpa kolaborasi. Jadi ia meminta intervensi ayng sifatnya multi sektor untuk bekerja dengan kolaborasi.

“Karena dengan komitmen yang kuat (dari berbagai pihak) dengan menjadikan penurunan stunting jadi prioritas, jadi semua sumber daya yang diperlukan bisa dimobilisasi,” katanya.

ia menuturkan, dengan komitmen yang dilkaukan pemerintah daerah dan berbagai lapisan lainnya, akan memeprmudah target penurunan prevalensi stunting di Indonesia menjadi 14 persen di 2024 mendatang.

“Kita juga pahami pelaksanaan beberapa program terpengaruh pandemi, terutama kegiatan layanan yang memerlukan interaksi langsung, hal ini tentu saja mempunya dampak bagi percepatan penurunan stunting,” tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tantangan Pelaksanaan Program

Anak-anak bermain di taman bermain kawasan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Bermain dengan pendampingan orang tua menumbuhkan potensi kecerdasan secara optimal anak serta menurunkan frekuensi terjadinya stunting, terutama pada balita usia 2-3 tahun. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Anak-anak bermain di taman bermain kawasan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Bermain dengan pendampingan orang tua menumbuhkan potensi kecerdasan secara optimal anak serta menurunkan frekuensi terjadinya stunting, terutama pada balita usia 2-3 tahun. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Lebih lanjut, ketua pengarah percepatan penurunan stunting itu mengingatkan tantangan dalam pelaksanaan program. Pendanaan, ia menilai meski dengan mekanisme implementasi dan pendanaan yang diatur masih ada tantangan yang dihadapi.

“Bagaimana memastika seluruh program yang alokasi anggarannya dari berabagi sumber, dapat secara konvergen sampai di wilayah dan diterima oleh rumah tangga saasran,” katanya.

Kenvergensi berbagai kementerian atau lembaga dan semua yang terlibat jadi kata untuk untuk memastikan program intevensi bisa dilaksanakan.

“Konvergensi adalah kata yang mudah diucapkan tapi sering tidak mudah untuk diwujudkan. Harus ada kerja keras dari kita semua,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel