Wapres minta sinergi industri jasa keuangan demi hadapi gejolak global

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan pentingnya sinergi antara regulator dengan industri jasa keuangan agar dapat menghadapi gejolak ekonomi global.

"Kami memperoleh perkenan dari Bapak Wakil Presiden yang memberikan suatu bekal kepercayaan dan keyakinan bagi kami dalam membangun sinergi secara utuh di perekonomian kita menjadi lebih kuat lagi dalam menghadapi kondisi yang semakin bergejolak ke depannya di tingkat global," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis.

Wapres Ma'ruf Amin menerima jajaran Dewan Komisioner OJK untuk membahas perkembangan sektor jasa keuangan, baik di tingkat nasional maupun global.

Menurut Mahendra, Wapres menyampaikan harapan pemerintah terhadap penguatan sektor jasa keuangan agar semakin kuat di tengah tantangan ekonomi global.

"Bagaimana harapan dan juga keinginan pemerintah untuk melihat sektor jasa keuangan semakin kuat. Beliau mengingatkan pentingnya peran dan kesehatan kondisi sektor jasa keuangan di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan," ungkap Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra menyebutkan Wapres memiliki perhatian kepada sektor dan usaha keuangan syariah serta peranannya secara langsung yang dapat dirasakan masyarakat, hingga menyentuh kebutuhan level yang paling bawah.

Mahendra juga memberikan laporan kepada mengenai hal-hal yang menjamin adanya kepastian dan kontribusi dari keuangan syariah, khususnya kepada masyarakat dan perekonomian nasional, seperti prioritas OJK dalam menjaga tata kelola keuangan.

"Kami melaporkan bagaimana prioritas dari OJK untuk melihat pertumbuhan, perkembangan dari keuangan syariah yang semakin kuat, kompetitif, dan menjaga kesehatan kondisi keuangan dan tata kelola yang semakin baik lagi," tambah Mahendra.

Terkait peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, menurut Mahendra, OJK akan terus memberikan literasi melalui berbagai lembaga keuangan yang ada, baik di tingkat bank hingga lembaga keuangan mikro.

"Kami melaporkan dan menjelaskan bagaimana prioritas ke depan untuk aspek literasi, inklusi dan juga pemahaman mengenai keuangan syariah kepada masyarakat secara umum yang menjadi program prioritas OJK, maupun juga untuk melakukan kerja sama koordinasi dengan berbagai pihak," kata Mahendra.

Mahendra memaparkan data peningkatan kontribusi keuangan syariah dalam keseluruhan pemberian jasa keuangan, yaitu sektor perbankan yang sudah melampaui 6 persen. OJK akan terus mengupayakan pengembangan potensi tersebut baik pada sektor prioritas perbankan maupun juga non-perbankan.

"Secara historis sudah lebih besar daripada sebelumnya, namun dibandingkan potensi yang ada, masih banyak yang harus dikembangkan lebih lanjut," ungkap Mahendra.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Badan Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Ogi Pastomiyono, Ketua Dewan Audit Sophia Isabella Wattimena, Anggota Dewan Audit Frederica Widyasari Dewi, serta Plt. Deputi Komisioner Humas dan Logistik Imansyah.

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Tim Ahli Wapres Iggi Haruman Achsien, dan Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing, M. Zulkarnain.

Baca juga: OJK sebut sektor jasa keuangan RI relatif stabil di tengah tekanan

Baca juga: OJK dalami risiko hak kekayaan intelektual jadi jaminan kredit

Baca juga: KSSK akan ubah pemberian restrukturisasi kredit ke sektor tertentu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel