Wapres: Optimalkan pemanfaatan komponen dalam negeri di industri migas

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta pemanfaatan komponen dalam negeri pada industri migas semakin dioptimalkan, guna meningkatkan kapasitas nasional.

Hal itu disampaikan Wapres dalam Forum Kapasitas Nasional II Tahun 2022 bertema Peningkatan Kapasitas Nasional untuk Memperkuat Peran Indonesia Pada Industri Hulu Migas, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu.

"Kontribusi industri migas terhadap industri lain akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas nasional. Untuk meningkatkan kapasitas nasional di sektor migas dan sektor lainnya, pemanfaatan komponen dalam negeri pada industri migas harus semakin dioptimalkan," ujar Wapres.

Wapres mengapresiasi kontribusi industri hulu migas bagi penerimaan negara yang hingga bulan Juni 2022 tercatat telah mencapai 9,7 miliar dolar AS atau sekitar 97 persen dari target APBN 2022.

Sementara dari sisi neraca perdagangan pada Januari-Juni 2022, secara keseluruhan tercatat surplus mencapai 24,8 miliar dolar AS atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian semester pertama 2021 sebesar 11,8 miliar dolar AS.

"Meskipun perlu dicatat bahwa surplus tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas. Sedangkan neraca perdagangan migas masih tercatat defisit, khususnya pada Mei hingga Juni 2022 akibat kenaikan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan ekspor migas," ujar Wapres.

Wapres mengingatkan Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk mengembalikan kemandirian sektor energi.

Menurut dia, peningkatan produksi migas harus terus diupayakan bersama, agar kontribusi migas terhadap perekonomian nasional tetap terjaga, dengan mengedepankan keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.

"Terlebih saat ini kita menghadapi kondisi pasokan energi dunia yang tidak normal, krisis iklim, perang, maupun ancaman stagflasi yang dikhawatirkan menghambat upaya pemulihan ekonomi global," tuturnya.

Baca juga: Soal defisit perdagangan, Wapres sebut akibat impor migas terlalu besar

Baca juga: Kemkominfo umumkan aturan baru TKDN 5G, minimal 35 persen

Baca juga: BPPT: Peningkatan TKDN untuk produk inovasi dukung kemandirian bangsa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel